Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ormas Diimbau Hindari Sweeping

Rabu 10 Jun 2015 22:38 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Demonstran dari berbagai ormas Islam melakukan pengumpulan sumbangan saat unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar,Rabu (27/5).  (Republika/ Tahta Aidilla)

Demonstran dari berbagai ormas Islam melakukan pengumpulan sumbangan saat unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar,Rabu (27/5). (Republika/ Tahta Aidilla)

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengimbau kepada seluruh organisasi massa tidak melakukan sweeping atau penyisiran selama Ramadhan.

"Ormas kami harap jangan main hakim sendiri jika menemukan adanya aktivitas penyakit masyarakat, seperti minuman keras, prostitusi, perjudian dan lain-lain, sebaiknya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang berwenang khususnya pihak kepolisian," kata Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi di Sukabumi, Rabu (10/6).

Menurutnya, jika ormas main hakim sendiri dalam melakukan tindakannya terhadap pelaku penyakit masyarakat maka efeknya akan terjadi gangguan keamanan imbasnya terhadap masyarakat, khususnya umat islam yang akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Selain itu, tugas ormas hanya sebatas memberi tahu kepada penegak hukum dan memberikan imbauan tanpa harus melakukan aksi razia.

Tugas razia dan menghukum pelaku yang melanggar peraturan adalah pihak kepolisian, maka sebaiknya ormas menyerahkan seluruh tugas pengamanan kepada pihak kepolisian, tetapi juga harus ikut menjaga keamanan dan bisa saja ikut terlibat dalam aksi sweeping tapi harus dipimpin oleh aparat berwenang atau bukan mengatasnamakan kelompok.

"Kami yakin seluruh ormas di Kabupaten Sukabumi sudah paham terhadap aturan ini dan bersama-sama menjaga kenyamanan dan keamanan selama Ramadhan," tambahnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA