Rabu 27 May 2015 09:51 WIB

Masjid Abdurrahman Basuri Ingatkan Kewajiban Shalat

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agung Sasongko
Masjid Abdurrahman Basuri, Indramayu, Jawa Barat
Foto: Paramio.com
Masjid Abdurrahman Basuri, Indramayu, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Berbagai aktivitas, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun sebatas hiburan, tak jarang  melalaikan seseorang dari shalat. Padahal, shalat merupakan tiang agama. Shalat pun menjadi salah satu kewajiban paling utama bagi setiap Muslim. Namun, lokasi pekerjaan maupun tempat hiburan yang jauh dari masjid, terkadang menjadi salah satu alasan seseorang meninggalkan shalatnya.

 

Untuk menjawab peran penting masjid sebagai sarana ibadah di tempat keramaian, terutama shalat, maka didirikanlah Masjid Abdurrahman Basuri. Masjid megah dengan kombinasi arsitektur Timur Tengah dan arsitektur modern itu berdiri tepat di depan gedung olah raga (GOR) Singalodra, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

 

‘’Saya lihat, di GOR Singalodra sering ada even-even, baik olah raga, kesenian, konser musik, maupun pameran. Banyak pengunjung yang datang ke tempat itu,’’ ujar Robani Hendra Permana. Dia merupakan salah satu putra Almarhum Abdurrahman Basuri. Nama masjid itupun diambil dari nama Almarhum Abdurrahman Basuri.

 

Robani menambahkan, meski GOR tersebut menjadi pusat keramaian, namun di sekitar tempat itu tak ada masjid. Lokasi masjid terdekat berjarak beberapa ratus meter. Kondisi tersebut dinilainya menyulitkan pengunjung GOR Singalodra yang akan menunaikan kewajiban shalat. Tak hanya itu, di daerah tersebut juga banyak berdiri perkantoran.

 

‘’Karena itulah masjid ini didirikan di depan GOR Singalodra. (Pengunjung GOR Singalodra) tinggal menyeberang jalan saja untuk menunaikan shalat,’’ tutur Robani.

 

Robani menjelaskan, masjid tersebut mulai dibangun pada Oktober 2013 dan selesai September 2014. Masjid secara resmi mulai digunakan pada Oktober 2014, bertepatan dengan penyelenggaraan pameran pembangunan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Indramayu, yang diselenggarakan di GOR Singalodra. Setiap pameran diselenggarakan, ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah di Kabupaten Indramayu.

 

Di masjid yang memiliki dua lantai itu diselenggarakan solat berjamaah dengan bacaan imam yang tartil dan agak panjang. Imam masjid tersebut memang seorang hafidz (hafal Alquran). Dengan demikian, bacaan solatnya menggunakan Alquran 30 juzz.

Contohnya, jika dalam solat magrib membaca Alquran surat Al Baqarah ayat 1 – 10, maka untuk shalat Isya membaca surat Al Baqarah ayat 10 – 20. Begitu pula dengan waktu solat yang lain, bacaan surat Al Qurannya merupakan kelanjutan dari bacaan surat pada solat sebelumnya. Begitu seterusnya hingga khatam. Setelah khatam, maka akan kembali ke surat pertama.

‘’Barangkali ini yang pertama di Indramayu,’’ tutur Robani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement