Rabu 13 May 2015 17:17 WIB

Perolehan Zakat Baznas Meningkat

Rep: c30/ Red: Damanhuri Zuhri
Direktur Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Teten Kustiawan (kiri).
Foto: Republika/Agung Supri
Direktur Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Teten Kustiawan (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil meningkatkan perolehan zakat kuartal I. Dibandingkan tahun sebelumnya, perolehan zakat kuartal I 2015 meningkat hingga 37 persen.

“Ini cukup menarik bila dikaitkan dengan ekonomi kita yang sedang lesu, justru pertumbuhan zakat naik 37 persen dalam empat bulan ini dibandingkan empat bulan tahun lalu,” kata Direktur Pelaksana Baznas Teten Kustiawan saat dihubungi Republika, Selasa (12/5).

Teten mengatakan, pada kuartal pertama 2015, perolehan zakat Baznas sebesar Rp 18 miliar. Sedangkan, pada tahun ini, perolehannya mencapai Rp 25 miliar.

Teten melihat peningkatan ini merepresentasikan meningkatnya kesadaran umat Islam membayar zakat. Selain itu, solidaritas umat Islam membantu saudaranya juga semakin tinggi.

Baznas menyalurkan dana zakat dalam beberapa program. Tenten mengungkapkan, penyaluran terbesar diberikan untuk membantu pendidikan anak-anak yang tidak mampu, khususnya yang bersekolah di pendidikan Islam swasta.

Lebih lanjut Teten mengatakan, Baznas juga membantu anak-anak tidak mampu yang menjadi siswa di sekolah negeri.

Penyaluran zakat berikutnya diarahkan Baznas ke program kesehatan. Selain itu, kata Teten, Baznas juga mengadakan program keagamaan, tanggap darurat bencana, dan kegiatan sosial lainnya.

Menurut dia, tak sedikit masyarakat yang sengaja datang ke Baznas untuk meminta bantuan. “Biasanya ada masyarakat yang datang ke kita bahwa mereka tidak bisa ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya,” ujar Teten.

Teten mengatakan, bantuan Baznas kepada masyarakat tidak diberikan secara sembarangan. Baznas biasanya memverifikasi profil calon penerima zakat (mustahik). Hal ini agar zakat yang dibayarkan umat benar-benar tersalurkan secara tepat kepada mereka yang berhak.

Selain itu, verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan dan seberapa besar bantuan yang dibutuhkan. “Verifikasi ini juga untuk mencegah, jangan sampai terjadi yang meminta itu mafia. Jadi, kita lakukan verifikasi,” kata Teten.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement