Jumat 17 Apr 2015 08:59 WIB

Mualaf Tergugah dengan Islam yang Toleran

Rep: c08/ Red: Damanhuri Zuhri
Salah satu kelompok mualaf di Dubai
Foto: onislam
Salah satu kelompok mualaf di Dubai

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Kepala Bidang Muslim Baru di Islamic Affairs and Charitable Activities (IACAD) Huda Al Kaabi mengatakan, mualaf yang baru saja berbondong-bondong masuk agama Islam di Dubai sangat tergugah dengan ajaran Islam yang toleran.

Menurut Al Kaabi, para mualaf sangat mengagumi ajaran Islam yang menekankan pentingnya toleransi, kedamaian, serta menjamin kebahagian abadi dalam hidup dunia dan akhirat.

“Para anggota baru (Mualaf) tergugah betapa Islam yang toleran dan Islam yang damai,” kata Al Kaabi, Rabu (15/4) lalu, seperti dilangsir di situs HYPERLINK "http://onislam.net"onislam.net.

Al Kaabi memuji mengenai cara-cara penyampaian khutbah oleh para khatib yang memberikan pencerahan kepada mualaf. Sebab, dari khutbah inilah, para mualaf menyadari ketinggian ajaran yang disampaikan Islam.

Melalui khutbah juga, lanjut Al Kaabi, pesan universal mengenai Islam sebagai agama yang tidak pernah mendiskriminasi umat manusia baik itu berdasarkan warna, bahasa, rasa tau agama sekalipun.

Dalam mengayomi kaum mualaf, lembaganya, kata Al Kaabi, menyediakan semua fasilitas yang diperlukan untuk membantu kaum mualaf yang benar-benar ingin mempelajari Islam secara menyeluruh.

Lebih lanjut Al Kaabe menjamin, lembaganya akan menyediakan tenaga sumber daya manusia yang mampu menjawab segala pertanyaan yang masih terjadi pada mualaf mengenai Islam yang lebih mendalam.

Selain itu, demi memudahkan publikasi siar Islam ini, IACAD juga menyediakan tausiah-tausiah melalui CD, kaset, dan buku tentang Islam dalam berbagai bahasa dan dengan cara menarik dan persuasif.

“Departemen ini menyediakan Muslim baru dengan semua fasilitas yang diperlukan untuk membantu agar benar-benar memeluk Islam,” ujar Al Kaabi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement