Kamis 16 Apr 2015 15:09 WIB

Sebuah Masjid di Jerman Dibakar

Rep: c08/ Red: Agung Sasongko
Masjid dibakar/ilustrasi
Foto: suaraislam
Masjid dibakar/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, RHINE-WESTPHALIA -- Rentetan serangan terhadap Islam di Eropa terus berlanjut. Terakhir, pada Selasa (14/4) pagi, sebuah masjid bernama masjid Cami Sultan Ahmet di kawasan Universitas Witten, distrik Rhine-Westphalia dibakar oleh orang tak dikenal.

Menurut saksi mata, api menyala di Masjid Sultan Ahmed mulai pada Senin pukul 23.30 malam hingga Selasa pagi. "Awalnya kami pikir teh dibakar. Tapi kemudian kami melihat asap di ruang doa di dalam masjid," kata saksi mata Veysel Arslan, dikutip dari laman Onislam.net, Kamis (16/4).

Pelaku diduga memasuki kompleks masjid melalui jendela, kemudian dari sana mengalir masjid dengan bensin. Setelah bensin terbakar, pelaku diduga langsung melarikan diri melalui gerbang depan masjid.

Di Kawasan Masjid Sultan Ahmed ini juga terdapat apartemen yang dihuni oleh empat keluarga. Beruntung kejadian ini tidak menelan korban jiwa. Usai kejadian, polisi langsung menyita TKP untuk dilakukan penyelidikan.

Baru-baru ini serangan yang diakibatkan oleh rasis dan Islamofobia di Jerman mulai tumbuh. Terhitung sejak tahun 2012, 81 serangan yang menargetkan masjid sudah terjadi di Jerman. Sementara bila direntet dari tahun 2001 sampai 2012 sudah terjadi sebanyak 219 serangan.

Hal ini jelas mencerminkan tren anti-Muslim dan mengancam keamanan umat muslim yang minoritas di Eropa, khususnya di Jerman. Jerman saat ini dihuni oleh hampir 4 juta Muslim, termasuk 220.000 jiwa Kota Berlin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement