REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG SELATAN-- Bersama 210 kader Tuberkulosis (TB), lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menggelar Aksi Ketuk Pintu pada Selasa, (24/3) di tujuh wilayah, yakni Tangerang Selatan, Tangerang, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Bekasi, Palembang, dan Makassar.
Aksi Ketuk Pintu merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dompet Dhuafa dalam memperingati hari TB. Dalam aksi tersebut, para kader TB melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung ke rumah-rumah.
“Para kader TB yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan dari Dompet Dhuafa ini memberikan edukasi tentang penyakit TB untuk menginformasikan kepada warga tentang penyakit TB dan penanganannya,” ujar General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Yudha Abadi dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (25/3).
Yudha menjelaskan, para kader TB turut dibekali media peraga untuk mempermudah sosialisasi. Jumlah kader di setiap wilayah sebanyak 30 orang.
Setiap satu kader memiliki target rumah yang dikunjungi sebanyak 15 sampai 20 rumah. Sehingga di tujuh wilayah tersebut target ada sekitar 3.150 hingga 4.200 rumah yang dikunjungi.
Aksi Ketuk Pintu juga digelar sebagai sarana deteksi dini bagi masyarakat yang terindikasi mengidap TB dengan sampel dahak. Selanjutnya, sampel tersebut kemudian dibawa ke laborotorium untuk diperiksa.
Saat ini TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Jumlah penderita TB di Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia.
Kerugian yang diakibatkan sangat besar, bukan dari aspek kesehatan saja tetapi juga dari aspek sosial maupun ekonomi.




