Senin 02 Feb 2015 00:58 WIB

Hari Hijab Sedunia Satukan Muslim dan Non-Muslim

 Sejumlah anggota komunitas Hijabers Tulungagung menunjukkan poster ajakan berhijab saat mengadakan aksi memperingati
Foto: Antara/Sahlan Kurniawan
Sejumlah anggota komunitas Hijabers Tulungagung menunjukkan poster ajakan berhijab saat mengadakan aksi memperingati "Hari Hijab Sedunia" di Alun-alun Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (4/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Antusiasme pelaksanaan Hari Hijab Sedunia yang jatuh pada 1 Februari begitu luar biasa. Setiap negara memiliki pesan khusus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi isu soal hijab di negara masing-masing.

Seperti dilansir Onislam.net, Senin (2/2), Di Prancis, Hari Hijab Sedunia merupakan momentum untuk menenangkan situasi setelah tragedi penembakan majalah Charlie Hebdo. Seperti diketahui, publik Prancis dikejutkan serangan militan terhadap majalah satir tersebut. Meski kerap menghina Rasulullah melalui kartun yang dipublikasikannya, Muslim Prancis melihat serangan itu tidak mencerminkan semangat ajaran Islam.

Di India, Muslimah berkumpul di Uttar Pradesh merayakan Hari Hijab Sedunia untuk kali pertama pada Ahad kemarin. Ribuan mil dari India, Muslimah bersama kalangan non-Muslim menyiapkan peringatan tersebut.Kalangan perempuan non-Muslim berencana mengenakan hijab untuk kali pertama.

Di Nigeria dan Filipina, organisasi di kedua negara itu menyiapkan peringatan Hari Hijab Sedunia dengan mengelar aksi damai. Ambil bagian dalam acara itu kalangan Muslim dan non-Muslim.

Hari Hijab Sedunia merupakan prakarsa dari warga New York, Nazma Khan. Ia terdorong menggerakan aksi itu karena merasakan diskriminasi dengan hijab yang dikenakannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement