REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof DR H Din Syamsudin, mengungkapkan misi dakwah pencerahan yang dilakukan Muhammadiyah mengusung Islam yang berkemajuan. "Sesuai ayat dalam Al Quran, menjadi sifat seorang hamba yang beriman, usaha yang dilakukan Muhammadiyah adalah membawa ummat dari alam 'kegelapan' menuju cahaya yang terang dalam Islam dan iman," kata Din, di hadapan ribuan jamaah tablig akbar pada peresmian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di lingkungan Masjid Al Muhajirin Banjarmasin,Jumat.
Menurut Din, pemimpin atau waliy orang yang beriman adalah Allah SWT, dan sebaliknya pemimpin dan panutan dari `kegelapan? adalah toghut, yakni sifat serakah dan angkara murka yang melampaui batas. Pada praktiknya, banyak 'toghut' diantaranya 'toghut politik', melalui kekuasaan dan kewenangannya dalam membuat aturan atau undang-undang dengan segala cara mencari keuntungan pribadi, dan golongannya walaupun harus menindas rakyat.
Demikian juga dengan 'toghut ekonomi', dan masih banyak toghut-toghut lain. Hadirnya Muhammadiyah, kata Din, berdiri di barisan terdepan siap memerangi dan memberantas toghut tersebut melalui segala daya dan upaya. Melalui segala cara dan tingkatan yang dimiliki, organisasi Muhammadiyah mengadvokasi kepentingan umat dari segela tipu daya dan nafsu serakah para toghut. "Seperti yang telah dilakukan Muhamadiyah mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap kebijakan pengelolaan migas karena undang-undang yang dihasilkan para wakil rakyat dinilai merugikan rakyat, Alhamdulillah MK mengabulkan dan akhirnya kebijakan itu dibatalkan," ujar Din.




