Jumat 17 Oct 2014 20:17 WIB

Zaneerah al-Rumiya, Sahabiyah Pembela Agama Allah (1)

 Zaneerah adalah salah satu wanita pertama yang memeluk Islam.
Foto: Picsgag.com/ca
Zaneerah adalah salah satu wanita pertama yang memeluk Islam.

Oleh: Ratna Ajeng Tejomukti     

Zaneerah al-Rumiya adalah seorang sahabiyah. Namanya dikenal juga dengan Zannirah, Zanira, atau Zinnirah.

Dia berasal dari bangsa Romawi dan menjadi budak Umar bin Khattab saat khalifah kedua kaum Muslimin itu belum memeluk Islam. Karena tinggal di keluarga Umar, Zaneerah juga menjadi tanggungan Bani Makzum di Makkah.

 

Zaneerah adalah salah satu wanita pertama yang memeluk Islam. Jihadnya dalam mempertahankan agama Islam sangat berat. Namun, dia tetap teguh untuk mempertahankannya. Keislamannya dan kedudukannya yang lemah sebagai budak menjadi sasaran empuk penguasa Quraisy untuk menyiksanya.

Kesabarannya diuji ketika dia dihukum oleh Abu Jahal untuk kembali ke agama sebelumnya. Dia dipaksa untuk tetap menyembah dua berhala panutan suku Quraisy ketika, itu Latta dan Uzza.

Zaneerah memeluk Islam saat Nabi Muhammad SAW memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi. Ketika itu, Rasulullah berdakwah kepada golongan bawah terlebih dahulu. Zaneerah sebagai budak mendengar dakwah Nabi Muhammad dan ikut serta didalamnya.

Setelah ikut serta dalam dakwah Nabi Muhammad SAW, Zaneerah pun menyatakan sepenuh hati memeluk agama Islam. Karena takut diketahui majikannya, Zaneerah pun menjalankan ibadah secara sembunyi-sembunyi dan berhati-hati.

Shalat, zikir, membaca Alquran, dan berdoa pun dilakukan dengan syahdu dan penuh kehati-hatian. Tapi, tidak lama Umar sebagai majikannya mengetahui jika budaknya tersebut memeluk agama yang dibawa Rasulullah SAW.

Semenjak itulah Umar mulai menyelediki perubahan kehidupan Zaneerah dengan cara ibadah yang berbeda. Zaneerah tidak lagi menyembah berhala dan telah meninggalkan agama nenek moyang mereka.

Umar bin Khattab cukup terkenal dengan sikap memusuhi Rasulullah SAW dan agama Islam sebelum keislamannya. Umar selalu mencerca Muhammad SAW. Dia secara terang-terangan memusuhi sahabat-sahabat yang telah memeluk Islam dengan sikap berani dan tegasnya itu. Dia bahkan sanggup mengubur anak perempuannya hidup-hidup kerana malu dipandang masyarakat.

Karena itu, Umar tidak menghalangi saat Abu Jahal menyiksa beberapa Zaneerah dan beberapa budak yang memeluk Islam. Zaneerah disiksa dengan dipukul, ditendang, bahkan dijemur di tengah padang pasir yang sangat terik.

Namun, semuanya dihadapi dengan tenang dan sabar. Dia selalu berdoa dan menyerahkan segala keselamatannya pada Tuhan yang diyakininya sekarang, Allah SWT.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement