Ahad 08 Jun 2014 15:15 WIB

UII Siapkan Generasi Notaris Berkualitas (2-habis)

kampus universitas islam indonesia (uii) yogyakarta
Foto: foto: damanhurizuhri/republika
kampus universitas islam indonesia (uii) yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Amri Amrullah

Untuk tiap Program Studi dan Sub Program Studi mahasiswa dapat memilih salah satu di antara beberapa Bidang Kajian Utama, Konsentrasi, Minat, atau Kekhususan yang disediakan sebagai pemusatan studi.

“Pendirian prodi ini menandakan komitmen FH UII untuk semakin memajukan pendidikan hukum di tanah air,” terangnya. Munthoha menegaskan, profesi notaris bukanlah profesi tanpa tantangan. Perkembangan sosial dan ekonomi serta hal-hal terkait lain akan memberikan pengaruh, betapa beratnya tantangan notaris saat ini.

Pasca-diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, ia menerangkan, tantangan yang dihadapi para notaris Indonesia ke depan akan semakin hebat. Di sinilah relevansi pendirian prodi Magister Kenotariatan oleh FH UII yang berwawasan internasional.

Ditjen Dikti memberikan kepercayaan kepada UII sebagai satu-satunya universitas swasta di Yogyakarta untuk menyelenggarakan program Magister Kenotariatan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104/P/2014.

Ia menambahkan, pemberlakuan MEA 2015 memberikan konsekuensi notaris juga harus memahami aspek perjanjian internasional, khususnya hukum yang berlaku di antara negara ASEAN.

“Untuk menjawab tantangan ini, kita akan bekali mahasiswa dengan mata kuliah hukum perjanjian internasional yang diampu oleh dosen dan praktisi yang berpengalaman,” tandasnya. Kegiatan perkuliahan akan dimulai pada September mendatang.

Karena itu, untuk menyemarakkan dibukanya program studi magister ini, UII juga menyelenggarakan sebuah Seminar Nasional yang mengangkat tema “Peranan Pendidikan Notaris dalam Membangun Kualitas Notaris di Era Persaingan Global”.

Sekretaris panitia seminar, Agus Triyanta, mengungkapkan, seminar tersebut menghadirkan Wakil Menteri Hukum dan HAM Prof Denny Indrayana sebagai keynote speaker serta dua pemateri, Habieb Adjie dan Nurhadi Darrusalam, menandai launching Program Studi Magister Kenotariatan UII.

Seminar tersebut membahas bukan hanya semakin rumitnya pekerjaan yang dihadapi para notaris, tetapi juga persaingan global yang menuntut semakin akuratnya dan akuntabelnya semua pekerjaan notaris.

Seminar ini juga, ungkap dia, bertujuan untuk memberika intellectual endorsement bagi pembaharuan hukum notaris yang responsif terhadap berbagai tantangan baik nasional maupun internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement