Senin 12 May 2014 13:14 WIB

DMI Rintis Masjid Percontohan

Rep: c67/ Red: Damanhuri Zuhri
Logo Dewan Masjid Indonesia
Logo Dewan Masjid Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) sedang gencar mengembangkan masjid percontohan.

Masjid yang menjadi pusat segala kegiatan. Tak hanya aktivitas ibadah tetapi juga ekonomi dan sosial. Selain itu, fasilitas dan kebersihan masjid pun terjaga.

Sekretaris Bidang Dakwah DMI Ahmad Yani mengatakan serangkaian seminar dan workshop dilakukan untuk mewujudkan masjid percontohan ini. Khususnya terkait manajemen pengurus-pengurus masjid.

‘’Kami melakukan pelatihan manajemen di Masjid Kampar, Riau untuk pengurus masjid tingkat kecamatan,’’ ungkap Yani, Ahad (11/5).

Target di daerah tersebut adalah merintis 12 masjid percontohan. Nantinya, masjid digunakan sebagai tempat segala macam kegiatan bermanfaat.

Pelatihan semacam ini, sangat bermanfaat bagi pengurus masjid. Mereka belajar manajemen dengan baik agar masjid lebih hidup.

Bukan hanya aktivitas masjid yang didorong untuk meningkat, hal lainnya adalah kebersihan dan pengeras suara masjid.

Yani mengatakan, bermunculannya masjid-masjid percontohan merupakan target yang hendak dicapai DMI. Ia beralasan, belum seluruhnya pengurus masjid di Indonesia mampu menghidupkan masjid. ‘’Tak banyak kegiatan yang diselenggarakan mereka.’’

Dalam hal manajemen, para pengurus masjid masih minim pengetahuan. Karena itu, ujar Yani, DMI berkewajiban meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola masjid dengan berkeliling ke masjid-masjid seluruh Indonesia.

Menurut Yani, ini bertujuan memberikan wawasan kepada para pengurus masjid mengenai pentingnya manajemen.

‘’Kami juga menyadarkan masyarakat mengenai fungsi masjid,’’ katanya. Masjid bukan sekadar untuk menunaikan shalat.

Demi mewujudkan hal tersebut, kata Yani, DMI pun menerbitkan buku berisi berbagai topik yang menunjang aktivitas di masjid.

Misalnya, sistem dakwah yang efektif. Buku semacam itu, ia yakini bermanfaat bagi para khatib dalam menyampaikan dakwahnya kepada jamaah.

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla menyatakan, lembaganya segera memperbaiki 100 ribu pengeras masjid. Ia menegaskan hal itu pada pelantikan pengurus DMI Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, seperti dikutip kantor berita Antara, Selasa (6/5) lalu.

Sekitar 70 persen pengeras suara dari 250 ribu masjid di Indonesia kurang berfungsi dengan baik. Tak sedikit yang sering mendengung. Di masjid yang baru dibangun berlantai marmer dan berdinding kaca, suaranya sering memantul.

Akibatnya, kata Kalla, ceramah maupun khotbah Jumat tak bisa didengar baik oleh jamaah. Bahkan, menurut hasil survei, akibat kondisi pengeras suara yang tidak baik, isi ceramah para ulama di masjid hanya bisa diserap sekitar 20 persen jamaah.

Hal itu membuat fungsi masjid untuk berdakwah tidak maksimal, sehingga wajar bila banyak jamaah yaang tertidur saat khotbah Jumat. DMI telah menyediakan 100 mobil operasional untuk memperbaiki pengeras suara di masjid-masjid.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement