Rabu 07 May 2014 13:17 WIB

Arsitektur Islam dan Pengaruh Budaya Lokal (1)

Istana Alhambra, Granada, Spanyol adalah salah satu pencapaian besar arsitektur Islam.
Foto: Reuters
Istana Alhambra, Granada, Spanyol adalah salah satu pencapaian besar arsitektur Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Secara spesifik, tidak ada yang menonjol dalam arsitektur Islam, kecuali pada bangunan tempat ibadah (masjid). Di sini, nuansa arsitektur Islam yang terlihat pada masjid sangat.

Namun demikian, secara keseluruhan, arsitektur Islam juga dipengaruhi oleh budaya dan seni arsitektur tempat berkembangnya agama Islam. Masing-masing wilayah itu memiliki seni arsitektur tersendiri yang menggambarkan ciri khusus dari wilayah bersangkutan.

Arsitektur Islam di Spanyol

Kekuasaan Umayyah di Damaskus yang berakhir pada tahun 750 M pindah ke Andalusia (Spanyol).

Andalusia melahirkan arsitektur yang merupakan gabungan tradisi lama (Barat) dan tradisi baru (Islam). Arsitektur Andalusia sering kali dianggap sebagai asimilasi sempurna arsitektur Islam dan Kristen.

Rumah di Andalusia modern berarsitektur seperti rumah di Suriah dan Yordania. Istilah-istilah bangunan yang ada di kawasan ini menggunakan istilah Arab. Istana dan masjid merupakan dua peninggalan Islam yang hingga kini masih ada di Spanyol.

Perkembangan arsitektur Islam pada masa ini dapat dilihat, terutama pada arsitektur Masjid Kordoba dan Istana Alhambra di Granada.

Masjid yang didirikan oleh Abdurrahman ad-Dakhil pada tahun 786 M ini mempunyai pola dasar bentuk masjid Arab asli dengan gaya Masjid Umayyah. Pada masa selanjutnya, masjid ini telah mengalami penyempurnaan selama tiga kali berturut, yakni pada tahun 822, 976, dan 990 M.

Di antara penyempurnaannya adalah penambahan tiang-tiang yang membentuk lorong sebagai cara untuk memperluas masjid. Mula-mula ditambah dengan lima deret, kemudian 17 deret yang memanjang, dan delapan tiang ke samping.

Tiang-tiang membentuk lorong ini dipercaya sebagai kreasi arsitek Muslim pada masa itu untuk memungkinkan suara khatib terdengar dari mimbar sampai ke barisan belakang jamaah shalat. Dengan kata lain, arsitektur masjid ini mencoba menerapkan teknologi pengeras suara yang belum ada pada saat itu.

sumber : Dok Rep/Dia
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement