Kamis 24 Apr 2014 00:07 WIB

Kontribusi Muslim Bagi Belarus (1)

Masjid muslim Tartar. Muslim Tartar Polandia banyak menetap di perbatasan Liuthania dan Belarusia.
Foto: dailystar.com
Masjid muslim Tartar. Muslim Tartar Polandia banyak menetap di perbatasan Liuthania dan Belarusia.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ani Nursalikah

Komunitas Muslim Belarus didominasi etnis Tatar.

Kehadiran Islam di suatu wilayah memberikan kontribusi berharga, tidak hanya dari segi politik, tetapi juga sosial dan budaya. Pemandangan ini setidaknya tergambar dari geliat dan dinamika perkembangan Islam di Belarus.

Meski agama minoritas dengan jumlah pengikut yang sedikit, Islam terus berkembang di Belarus, negara merdeka pecahan Uni Soviet. Belarus terletak di Eropa Timur.

Muslim memiliki kontribusi yang luar biasa bagi negara dan budaya Belarus. Belarus adalah satu-satunya negara Eropa di mana banyak komunitas Muslim tinggal dengan damai pada Abad Pertengahan tanpa penaklukan.

Generasi Muslim menyumbang kekayaan sejarah Belarus dengan memodifikasi tulisan Arab. Misalnya, ditemukan surat-surat asli yang mengandung suara seperti “dz”.

Suara khusus tersebut tidak ditemukan dalam alfabet Yunani sirilik atau versi Latin alfabet Belarus. Karena sistem fonetisnya yang tepat, naskah ini sebenarnya memungkinkan generasi sekarang memahami bagaimana orang Belarus berbicara bahasa mereka pada abad sebelumnya.

Pendekatan budaya yang dilakukan oleh Muslim ini memberikan efek positif bagi laju pertumbuhan penganut Risalah Samawi ini sekalipun masih dilabeli gelar minoritas.

Sebelum 1917, Belarus memiliki 2.466 komunitas agama, termasuk 1.650 komunitas Ortodoks, 127 Katolik Roma, 657 Yahudi, 32 Protestan, dan beberapa komunitas Muslim. Di bawah pemerintah komunis yang secara resmi ateis, kegiatan masyarakat tersebut sangat terbatas.

Banyak komunitas keagamaan musnah dan para pemimpinnya diasingkan atau dieksekusi. Komunitas yang tersisa terkadang dimanfaatkan pemerintah, seperti menanamkan patriotisme selama Perang Dunia II. Pada 1993, dilaporkan hanya terdapat delapan komunitas Muslim. Sebanyak 80 persen warganya adalah penganut Kristen Ortodoks.

Pada 1994, Kongres Muslim Belarusia Pertama diselenggarakan. Hasilnya, dibentuklah Komunitas Muslim Republik Belarus yang dipimpin Ismail Aleksandrovich.

Dari tahun ke tahun, jumlah komunitas Muslim kian bertambah. Pada 1997 tercatat 23 komunitas Muslim, 19 di antaranya berada di bagian barat Belarus. Hingga pertengahan 2002, komunitas Muslim bertambah menjadi 27 komunitas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement