Senin 21 Apr 2014 17:00 WIB

Galakkan Dakwah Islam Lewat Jalur Budaya

Dakwah Islam di pedalaman Papua.
Foto: Dok AFKN
Dakwah Islam di pedalaman Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Ketua Umum Majelis Rahimana Indonesia Dr KH Ahmad Sadikin Akhyar mengatakan dakwah Islam lewat jalur budaya perlu kembali digalakkan, mengingat cara ini cukup efektif dalam menyampaikan pesan ajaran Islam kepada masyarakat luas.

"Dakwah Islam harus menghargai berbagai budaya yang ada di tengah masyarakat. Kita menghargai budaya sejauh tidak bertentangan dengan prinsip ajaran Islam," katanya di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut dia, masifnya gerakan Islamisasi Nusantara yang digalakkan "Wali Songo" (Wali Sembilan) efektif mengena sasaran, karena tidak memberangus budaya-budaya lokal yang ada. "Sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, budaya lokal dijaga dan dipertahankan dengan baik," katanya.

Hal itu, kata dia, membuat masyarakat Nusantara dapat menerima dan berbondong-bondong masuk Islam dengan sukarela. Menurutnya, tradisi istighatsah yang digalakkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu bentuk dakwah Islam lewat jalur budaya.

"Karena itu, tradisi istighatsah harus terus dipertahankan, karena membuat Islam lebih membumi dan mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat, serta menjadi sarana untuk meningkatkan kesalehan, baik bersifat individual maupun sosial," katanya.

Melalui Majelis Rahimana Indonesia yang dikelolanya, Kiai Akhyar aktif menggelar istighatsah rutin, baik yang dipusatkan di Subang maupun di berbagai daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement