Selasa 08 Apr 2014 13:37 WIB

Jadikan Islamic Center Sebagai Pusat Peradaban Islam

Masjid Islamic Centre Samarinda, Kalimantan Timur.
Foto: Antara/Amirullah
Masjid Islamic Centre Samarinda, Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengharapkan agar kepengurusan Badan Pengelola dan Pelaksana Islamic Center (IC) Kaltim periode 2014-2019 mampu melakukan perubahan dan kemajuan.

Dengan demikian, syiar Islam makin terangkat melalui berbagai aktivitas IC. "Bangunan yang besar dan megah bahkan masjidnya sebagai 10 besar di Indonesia tidak banyak manfaatnya apabila tidak dikelola dengan baik. Jadikan Islamic Center sebagai pusat peradaban Islam," kata Awang, Senin (7/4).

Menurut dia, membangun IC Kaltim yang sangat besar dan megah akan memberikan manfaat yang besar apabila mampu dijadikan pusat ibadah dan kegiatan umat Islam dan masyarakat Kaltim secara umum.

"Tentunya, badan pengelola dan pelaksana IC Kaltim tidak mampu bekerja sendiri tanpa dukungan banyak pihak terkait. Koordinasi dan sinergitas dengan berbagai pihak baik pemerintahan daerah maupun organisasi kemasyarakatan perlu dibangun," kata Awang.

Maka, kata dia, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kaltim dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltim merupakan pihak-pihak yang sangat erat hubungannya dan saling mendukung keberadaan IC Kaltim.

Selain itu, Awang juga mengharapkan dilakukannya revitalisasi pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan IC Kaltim dan reaktualisasi fungsi masjid. Tidak hanya Masjid Islamic Center (MIC) tetapi seluruh masjid di Kaltim yang merupakan tugas dan tanggung jawab DMI.

Awang mengatakan, pengelola dan pelaksana IC Kaltim hendaknya secara rutin melaksanakan kegiatan baik berkaitan dengan amal maupun kegiatan keagamaan yang melibatkan organisasi pemuda yang bergerak di bidang keagamaan.

"Pengelola dan pelaksana IC Kaltim bersama PHBI dan DMI sesuai dengan visi dan misi yang diembannya berperan untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah. Juga sebagai pusat pengembangan masyarakat, persatuan umat, peningkatan keimanan dan ketakwaan dalam membentuk akhlak mulia serta kecerdasan umat," kata Awang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement