Selasa 08 Apr 2014 02:20 WIB

IPPNU Teken MoU dengan Bawaslu

Rep: ani nursalikah/ Red: Damanhuri Zuhri
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pekan lalu.

Bergabung dalam Gerakan Sejuta Relawan untuk Pemilu 2014, organisasi kepemudaan ini ingin turut serta memastikan Pemilu 2014 berlangsung jujur, adil, tidak dicederai pelanggaran-pelanggaran, kecurangan, serta manipulasi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Farida Farichah mengatakan, IPPNU sebagai elemen bangsa ingin memastikan agar proses Pemilu 2014 berjalan lebih baik dan berkualitas.

IPPNU akan terlibat aktif mengerahkan ribuan kader relawan di seluruh Tanah Air untuk mengawasi proses pemungutan suara.

“Sudah ada 1.500-an kader yang secara resmi tergabung dalam gerakan tersebut,” ujar Farida kepada Republika.

IPPNU meminta Bawaslu untuk menindak segala bentuk pelanggaran dan kecurangan pemilu. Melalui keterlibatan relawan, IPPNU ingin ikut serta memberikan pendidikan politik dan mendorong partisipasi rakyat dalam mengawasi tahapan pemilu.

Farida menambahkan, Gerakan Sejuta Relawan untuk Pemilu 2014 dimaksudkan pula sebagai salah satu langkah mengajak seluruh elemen kelompok perempuan di desa-desa agar terlibat aktif menggunakan hak politiknya dalam pemilu.

“Melalui kehadiran relawan IPPNU, kami juga ingin membantu Bawaslu mengawasi kinerja para penyelenggara pemilu. Diharapkan para penyelenggara pemilu dapat bekerja dengan jujur dan transparan,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement