Sabtu 22 Feb 2014 13:12 WIB

Pemicu Kasih Sayang Antarsesama (1)

Ilustrasi
Foto: Wordpress.com
Ilustrasi

Oleh: Nashih Nashrullah

Amal saleh dan ketakwaan inti pemicu kasih sayang.

Tak mudah membangun rasa saling mengasihi dan meredam permusuhan, memangkas kecurigaan, atau melelehkan kebencian. Riak-riak konflik tak jarang mewarnai kehidupan bermasyarakat, berinteraksi, dan bersilaturahim. Padahal, prinsip persaudaraan mestinya melandasi tiap sendi kehidupan bersosial.

Seorang Muslim, kata Syekh Musthafa al-Adawi dalam bukunya yang berjudul Fiqh al-Akhlak wa al-Mu'amalat Ma'a al-Mu'minin, adalah saudara yang diikatkan dalam tali iman. Karena itu, mestinya sebagai saudara tak saling menyakiti. Islam melarang sesama Muslim tak bertegur sapa lebih dari tiga hari, mengumbar aibnya, serta tidak saling serobot rezeki atau tak terkecuali, berebut jodoh.

Ketahuilah, ungkap Syekh al-Adawi, ada beberapa hal yang bila dilakukan secara kontinu dan konsisten akan merekatkan hati dan mendatangkan kasih sayang sesama. Apa sajakah perkara tersebut?

Di antara perkara itu, yang pertama, berbuatlah amal saleh. Perbuatan dan sikap yang saleh akan menarik kecintaan Allah SWT terhadap Anda. Buah kecintaan itu, manusia bahkan makhluk yang ada di bumi akan menyayangi Anda.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS Maryam [19]: 96). Penjabaran datangnya kasih sayang akibat perbuatan dan perilaku saleh itu seperti tergambar pada Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah.

Rasulullah SAW menjelaskan, jika Allah telah mencintai seorang hamba, Dia akan memberitahukan Jibril bahwa Allah mencintainya, lalu Jibril pun menghadiahkan cinta serupa.

Tak terhenti di situ, malaikat penyampai wahyu itu pun berseru ke para penghuni langit perihal kecintaan tersebut, lantas mereka berbuat hal yang sama, cinta terhadap hamba itu. Kecintaan itu akan membuat yang bersangkutan menjadi pribadi yang dicintai di bumi.

Kedua, tebarkanlah salam kepada sesama, baik kepada mereka yang Anda kenal maupun belum. Rasul mengucapkan salam kepada anak-anak dan sekelompok perempuan. Rasul juga tak segan salam ke sekumpulan orang sekalipun di sana terdiri atas beragam unsur, bukan cuma Muslim, melainkan ada pula non-Muslim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement