Rabu 28 Aug 2013 13:55 WIB

Muslim Kosovo Cari Pemimpin Baru

Rep: Agung Sasongko/ Red: A.Syalaby Ichsan
Muslim Kosovo.
Foto: typepad.com
Muslim Kosovo.

REPUBLIKA.CO.ID, KOSOVO -- November mendatang, Muslim Kosovo akan memilih pemimpin Kosovo Islamic Community (BIK).  Pemilihan ini menjadi krusial lantaran tantangan yang dihadapi umat Islam cukup berat.

Tantangan yang dimaksud antara lain soal isu Islamofobia, ekstremis dan perpecahan kelompok dalam BIK. Kedua isu yang sebenarnya membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merangkul semua kalangan.

Gonjang-ganjing siapa yang memimpin BIK memang tengah memanas. Perang opini pun telah dimulai dengan melibatkan kelompok yang mengklaim diri mereka moderat dan Islamis. Kedua kubu, merasa berkepentingan memimpin BIK. 

Imer Muskholaj, kolumnis, mengatakan situasi BIK memang rawan munculnya cara-cara arogan yang sebenarnya tidak sejalan dengan upaya mencari pemimpin yang tepat.

"BIK hari ini, organisasi yang telah keluar dari misi utamanya. BIK hanya dijalankan segelintir individu dan grup yang lebih memikirkan kepentingan masing-masing," kata dia seperti dikutip South European Times, Rabu (28/8).

Mushkolaj mengatakan, pergantian kepemimpinan di BIK merupakan momentum guna mengembalikan organisasi ini ke jalurnya. Kosovo sangat membutuhkan integritas Umat Islam bukan sebuah organisasi yang menekan individu atau kelompok tertentu."BIK butuh reformasi mendalam, visi yang jelas," kata dia.

Stephan Sylejman Schwartz, Direktur Eksekutif Pusat Pluralisme Islam (CIP), menilai BIK merupakan organisasi yang mewakili umat Islam Kosovo. Mereka adalah contoh integritas Muslim. Integritas itu kini tengah dicoba dengan isu munculnya kelompok ekstrimis yang berniat menguasai BIK. 

"BIK jangan sampai mempromosikan ide radikal. BIK justru harus memperkuat karakter Islam yang rahmatan lil alamin," kata dia.

Saat ini, BIK dipimpin Mufti Besar Naim Ternava. Ia kemungkinan besar akan kembali memimpin BIK. Namun, ada kelompol yang menginginkan BIK dipimpin sosok moderat. Satu karakter, yang menurut berbagai kelompok tidak dimiliki Ternava.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement