Senin 03 Jun 2013 18:23 WIB

Agar Mudah Bangun Malam (Bagian-2, habis)

Tahajjud
Foto: Khoirun Nasirin
Tahajjud

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Riana

Tak mudah membiasakan diri bangun pada malam hari. Butuh komitmen dan konsistensi untuk menghidupkan malam dengan beribadah.

Anak perempuan Ahmad bin Hanbal menanyakan dua hal sebelum sang tamu pulang keesokan harinya. Pertama, tamunya itu makan banyak, padahal ia terkenal zuhud. Kedua, mengapa hanya shalat Malam dua rakaat? 

Jawaban pertama, Syafii menunturkan jika bertamu ke rumah orang saleh maka makanannya seperti obat. Kedua, saat malam tadi, begitu ia selesai shalat malam, satu potongan ayat yang ia baca menginspirasinya membuat 13 rumusan usul fikih. Tanpa sadar, ia menulis hingga Subuh.

Intinya, cerita ini menunjukkan betapa dekatnya jarak antara Allah dan hamba-Nya jika ia melaksanakan shalat malam dan berdoa.

Allah SWT langsung mewujudkannya. Buktikan bahwa mereka yang menafkahkan penghasilannya dengan sedekah dan infak merupakan orang yang shalat malamnya teraplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Orang yang sering terbangun saat malam pun tak lantas bermalas-malasan saat siang, tapi tampak seperti memiliki semangat para penunggang kuda.

Agar terbiasa shalat Tahajud, kata Ustazah Nurma Nugraha, perlu langkah pemaksaan diri. “Paksakan, kalau tidak, kita tidak akan bisa bangun,” ujarnya.

Pekerjaan shalat dan sabar itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang khusyuk karena pekerjaan ini amat berat. Orang-orang yang belum meyakini dan tidak mengetahui keindahan shalat, mungkin mereka akan berlaku seperti Rasulullah yang kakinya sampai bengkak karena lamanya ia berdiri saat shalat Malam.

Sebagai muslim, apakah kita tidak malu kepada Rasulullah saw yang setelah terjamin mendapat surga, tapi masih bersujud di tengah malam.

Muslim yang sering melaksanakan shalat, ia akan memiliki pikiran yang jernih. Ia tak akan gentar menghadapi kesulitan hidup, sebab bagaimanapun kerasnya hidup, ia yakin bahwa ia memiliki Allah yang Maha Perkasa sebagai tempatnya memohon perlindungan.

Sesungguhnya, tetesan air mata hamba yang meminta tolong kepada Allah merupakan tetesan air mata yang dibanggakan oleh-Nya.

Sesuai firman Allah, “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku perkenankan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement