Senin 18 Mar 2013 18:24 WIB

Komunitas Muslim dan Yahudi AS Kompak Soal Ini

Rep: Agung Sasongko/ Red: Dewi Mardiani
Lee Chae-young (kiri) dan akun twitternya yang memposting foto wanita kelebihan berat badan dari AS
Foto: KoreaBang
Lee Chae-young (kiri) dan akun twitternya yang memposting foto wanita kelebihan berat badan dari AS

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ada yang membuat komunitas muslim dan Yahudi di New York kompak. Kedua komunitas ini sejenak melupakan tensi tinggi serangan Islamofobia di AS dan konflik Palestina. Masalah berat badan mendorong kedua pihak ini kompak.

Bentuk kekompakan itu tercermin dari pembentukan Kelompok Berat Badan Ramping. “Kami bukan kelompok penggerak resolusi konflik atau perdamaian. Tapi kami membangun dialog dan pemahaman,” ungkap Yale Luttwak, 40 tahun, sutradara yang merupakan pendiri kelompok tersebut, seperti dikutip New York Times, Senin (18/3).

Dalam rutinitasnya, kelompok tersebut mengampanyekan hidup sehat dan mengurangi berat badan. Diawal memang tidak mudah bagi kelompok ini untuk benar-benar satu tujuan. Setidaknya butuh enam tahun untuk seperti sekarang.

Emma Samuels, anggota kelompok tersebut, mengungkap segala perbedaan dapat disatukan dalam masalah berat badan. Ini menjadi satu hal yang menggembirakan. “Di sini kami bicara tentang asupan serat, susu, dan air. Tentunya, disetiap pembicaraan disisipkan obrolan tentang agama,” kata dia.

Anne Myers, seorang mualaf, menilai banyak medium untuk mempromosikan ajaran Islam. Salah satunya berat badan. “Banyak hal yang keliru tentang Islam, Ini membuat saya berkewajiban untuk meluruskannya,” kata dia. Sejauh ini, kampanye yang dilakukan kelompok ini telah mencapai empat kota besar di AS seperti Chicago, Cleveland, Detroit dan Washington. Ke depan, kelompok ini juga akan menjangkau kota lain di AS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement