Senin 17 Dec 2012 14:14 WIB

Pakai Baju Tradisional, Muslim AS Dilecehkan

Rep: Agung Sasongko / Red: Mansyur Faqih
Pengemudi Taksi Muslim Mengajukan Tuntutan Terkait Pakaian Tradisional
Foto: www.onislam.net
Pengemudi Taksi Muslim Mengajukan Tuntutan Terkait Pakaian Tradisional

REPUBLIKA.CO.ID, JEFFERSON CITY -- Seorang pengemudi taksi Muslim negara bagian Missouri melayangkan gugatan terkait aturan yang melarang penggunaan pakaian tradisional selama bekerja.

Gugatan dilayangkan terhadap pemerintah, komisi taksi setempat, dan perusahaan keamanan swasta.

“Pakaian yang saya kenakan ini merupakan identitas dari keyakinan yang saya anut,” ucap Raja Awais Naeem, seperti dikutip onislam.net, Senin (17/12).

Gugatan bermula ketika Naeem diterima bekerja sebagai pengemudi taksi di Cab Harris, salah satu operator taksi. Selanjutnya, ia diminta untuk mengenakan seragam yang telah ditetapkan komisi taksi yaitu kemeja putih dan celana hitam. 

Ketika bekerja, ia tetap diperbolehkan menggunakan aksesoris lain. Seperti topi, tapi dengan catatan tidak mencantumkan logo dari organisasi massa atau olahraga tertentu.

Merasa tidak nyaman dengan aturan itu, Naeem mencoba untuk meminta keringanan dari komisi taksi. Namun, respons yang ia dapatkan justru berupa pelecehan. 

Ia ditangkap ketika hendak bekerja karena ketahuan mengenakan pakaian tradisional. Lisensi mengemudi Naeem pun kemudian ditangguhkan.  

“Saya tidak mengerti mengapa hal itu membuat saya ditangkap,” kata dia yang didampingi, pengacara Organisasi Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement