Rabu 05 Dec 2012 17:21 WIB

Pesona Kuda Arab (3-habis)

Rep: Fenny Melisa/ Red: Indah Wulandari
Kuda Arab
Kuda Arab

REPUBLIKA.CO.ID, Keindahan kuda Arab sangat terkenal. Rosalind Mazzawi melukiskan kuda Arab dengan dahi yang lebar, moncong kecil dengan lubang hidung yang besar, mata yang juga besar ditempatkan rendah di kepala, daun telinga kecil, berbentuk seperti kobaran api, leher melengkung, dan rahang yang lebar serta ekor yang tinggi.

Setiap pemilik kuda Arab, tampaknya terpukau dengan keindahan kuda Arab. Emir Abdel Kader, pemimpin Aljazair yang menolak penaklukan Perancis dinegaranya antara 1831 M dan 1847 M menggambarkan kuda Arab sebagai kuda keturunan murni dengan bibirnya yang tipis, leher yang anggun,  surai dan bulu ekornya yang lembut.

Sang Emir juga menulis kuda Arab dikenal dengan kuda berkecepatan yang luar biasa, memiliki daya tahan yang luar biasa dari lapar dan haus, kecerdasan yang langka. Bahkan dengan memiliki kuda Arab, seorang pria dianggap terhormat.

Namun, para ahli tidak bisa sepenuhnya setuju tentang apa yang disebut ras Arab. Seperti Carol M. Schultz dan Carol D. Neubauer mengatakan dalam sebuah studi  The Horse Arabian Desert, 1985 M, setidaknya ada empat hal terkait kuda “ras” Arab.

Pertama, kuda Arab yaitu kuda yang terdaftar  dan memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai kuda Arab oleh the World Arabian Horse Organization (WAHO),  kedua kuda Gurun Arab yaitu kuda Arab yang dibesarkan di gurun, ketiga kuda Arab baduy yaitu kuda Arab yang dimiliki suku Badui,  kuda Asil Arab yaitu kuda yang dibesarkan oleh Badui dan diterima oleh Badui.

Definisi tentang kuda tersebut tidak mutlak. Sang penulis sendiri mengatakan terdapat perbedaan definisi untuk kuda yang sama. Misalkan kuda gurun Arab apakah termasuk kuda gurun atau kuda baduy karena baduy umumnya tinggal di gurun. Meskipun ada perselisihan, namun, kuda Arab terus berkembang di seluruh dunia.

Seperti  yang dikatakan Mazzawi dalam "The Arabian Horse in Europe”, peternak dan pemilik mulai memanjakan kuda Arab mereka sebagai bentuk investasi. Di Yordania, misalnya, Rami Khouri mengungkapkan kasih sayang dan makanan bergizi telah meningkatkan ukuran kuda.

Kepala Bagian Pemuliaan Hewan Masyarakat Pertanian Mesir, Dr Ahmad Mabrouk, pun menulis dalam sebuah makalah tahun 1939 M, kuda Arab membutuhkan lingkungan dan perawatan yang penuh kasih sayang. “Jika kuda Arab dibesarkan dalam keadaan yang berbeda dari sebelumnya, ia akan kehilangan semua karakteristik dari ras,” tulis Mabrouk.

sumber : britishmuseum.org
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement