Selasa 23 Oct 2012 17:01 WIB

Di Sekolah Ini, Anak-anak Cechnya Wajib Belajar Islam

Rep: Agung Sasongko/ Red: Fernan Rahadi
Suasana belajar-mengajar di Sekolah Nomor 20, Cechnya
Foto: alarabiya.net
Suasana belajar-mengajar di Sekolah Nomor 20, Cechnya

REPUBLIKA.CO.ID, GROZNY  --  Di sebuah madrasah di Cechnya atau dikenal Sekolah Nomor 20, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Siswa laki-laki dan perempuan duduk secara terpisah. Seluruh siswi mengenakan jilbab. Suasana sempat ramai sebelum seorang guru datang memasuki kelas.

"Apakah anda telah menunaikan shalat subuh?" tanya Islam Dzhabrailov (21 tahun) bertanya kepada anak didiknya, Selasa (23/10).

Dzhabrailov mengatakan menunaikan shalat sama pentingnya ketika seorang siswa mengerjakan pekerjaan rumah. Dzhabrailov adalah satu dari 420 guru yang mengajar pelajaran sejarah di sekolah tersebut.

Sekolah itu merupakan wujud upaya pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, menekan aksi fundamentalis dengan menerapkan pendidikan Islam di sekolah. Seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti pendidikan Islam. Program itu terfokus pada sejarah Islam dan bagaimana berperilaku sebagai Muslim.

Awal tahun ini, Kadyrov meminta Direktur Sekolah Menengah dan Perwakilan Keagamaan untuk menerapkan program itu dengan harapan anak-anak sekolah memahami arti sebenarnya dari Islam. "Anda harus memahami ini adalah tanggung jawab besar," katanya.

Cegah Ekstrimisme

Di Sekolah Nomor 20, Dzhabrailov menilai kebijakan pendidikan bertujuan menempa pendidikan moral dan spiritual. "Kami memiliki kemampuan untuk mengontrol penampilan siswi di sekolah," kata dia.

Meski demikian, tanpa ada kebijakan itu pada dasarnya siswa Cechnya memiliki ketertarikan mempelajari Islam. "Saya senang mempelajari Islam. Dulu saya tidak membayangkan diri saya mengenakan jilbab. Tapi saya mulai terbiasa," kata Malika, salah seorang siswi Sekolah Nomor 20.

Menurut Dzhabrailov, penerapan pendidikan Islam dapat mencegah penyebaran ajaran fundamentalisme agama. "Kami tidak mengajarkan Islam radikal. Kami tidak membatasi kebebasan siswa tapi itulah yang diterapkan Cechnya untuk komunitas Muslim," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement