REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ketika berusia tujuh atau delapan tahun, Areeb selalu mengulangi mimpi yang sama. Dunia medis menyebut mimpi berulang.
Itu terjadi ketika individu terbangun sebelum Rapid Eye Movement (REM), fase dimana organ vital tubuh mulai relaksasi atau setelah fase REM. Namun, ia tidak yakin dengan penjelasan itu.
Dalam mimpinya, ia terbang melalui berbagai tingkat surga. Ia identifikasi itu mimpi sebagai surga, karena tampilannya begitu indah.
"Tidak pernah saya melihat hal itu seumur hidup saya," kenang dia, seperti dinukil dari onislam.net.
Mencari tahu tentang mimpi itu, Areeb mendapatkan jawaban yang membingungkan. Sejumlah orang mengatakan surga yang dimaksud mungkin hanya lapisan awan.
Namun, setiap tingkatan surga terdengar nyanyian dalam bahasa yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Setiap tingkatan surga tampak sosok yang mengenakan jubah putih. Wajah mereka menunjukan kebahagiaan dan ketenangan.
Sosok yang Areeb lihat menyanyikan hal yang sama berulang-ulang. Karena penasaran, ia tanyakan apa yang ada mimpinya pada pendeta. Namun, ia sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan.
"Kami tidak percaya ada tujuh surga. Hanya ada satu surga," kata dia menirukan ucapan sang pendeta.




