Selasa 04 Sep 2012 15:00 WIB

Universitas Al-Mustansiriyah, Cahaya Peradaban Era Abbasiyah (1)

Rep: Heri Ruslan/ Red: Chairul Akhmad
Universitas Al-Mustansiriyah di Baghdad, Irak.
Foto: iraqi-japan.com
Universitas Al-Mustansiriyah di Baghdad, Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, Universitas Al-Mustansiriyah. Nama universitas tertua yang berdiri di Kota Baghdad, Irak ini memang tak setenar Al-Azhar di Kairo, Mesir atau Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko.

Meski begitu, perguruan tinggi yang dibangun Khalifah Al-Muntansir Billah (1226 M - 1242 M), penguasa Abbasiyah ke-37, pada 5 Mei 1234 M ini turut memainkan peranan penting dalam sejarah peradaban Islam.

Perguruan tinggi yang namanya masih tetap dijadikan universitas di era modern itu tercatat sebagai universitas pertama yang secara konsen mengajarkan ilmu Alquran, seni berpidato, serta matematika.

Universitas Al-Mustansiriyah pun mencatatkan dirinya sebagai perguruan tinggi perintis di Baghdad yang mampu menyatukan pengajaran berbagai bidang ilmu dalam satu tempat.

Pada awalnya, madrasah-madrasah di Metropolis Intelektual Islam—begitu Baghdad kerap dijuluki—mengajarkan ilmu tertentu secara khusus.

Namun, Khalifah Al-Mustansir Billah menyatukan empat studi penting pada masa itu ke dalam satu perguruan tinggi. Keempat bidang studi itu antara lain; ilmu Alquran, biografi Nabi Muhammad, ilmu kedokteran, serta matematika.

Universitas yang dibangun pada 1227 M dan diresmikan tahun 1234 M itu diyakini sebagai salah satu universitas tertua dalam sejarah. Pamor dan popularitas universitas ini mampu membetot perhatian para pelajar dari seluruh dunia untuk menimba ilmu di Kota Baghdad.

Para pelajar berbondong-bondong datang ke Mustansiriyah untuk mempelajari beragam ilmu unggulan yang ditawarkan di sana.

Al-Mustansiriyah pun menjadi perguruan tinggi yang mengajarkan dan menyatukan empat mazhab fikih Sunni yakni, Hambali, Syafi'i, Maliki dan Hanafi. Setiap mazhab menempati pojok madrasah—istilah perguruan tinggi di era kekhalifahan. Inilah salah satu kelebihan dari Universitas Al-Mustansiriyah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement