Masjid segi delapan
Di sisi kanan, atau timur dari ruang singgasana, terdapat sebuah masjid kecil.
Namun, bangunan masjid tersebut kini difungsikan sebagai gereja setelah Kota Zaragoza kembali ke tangan kekuasaan orang-orang Kristen.
Masjid yang diberi nama Al-Muqtadir ini terletak di antara unit-unit lainnya yang berbentuk segi empat.
Setiap unit bangunan yang terdapat dalam kompleks Istana Aljaferia dibatasi lengkung-lengkung iwan yang kaya pola.
Denah bangunan Masjid Al-Muqtadir terbilang unik, yakni membentuk pola segi delapan. Bentuk masjid seperti ini bisa dikatakan jarang dan mungkin belum pernah ada masjid sebelumnya maupun sejamannya yang berdenah demikian.
Sejumlah tiang pilar tampak menghiasi bangunan masjid segi delapan ini. Tiang-tiang pilar ini berbentuk silinder dengan bagian atas menampilkan model Corinthian-Romawi. Pilar-pilar tersebut difungsikan untuk menyangga pelengkung-pelengkung yang bentuknya bermacam-macam; tapal kuda, bergerigi, atau kombinasi keduanya.
Sementara itu, pada bagian dinding masjid terdapat pelengkung mati yang mengedapankan pola silang-silang dengan bagian pucuknya patah. Selain stucco bercorak Moorish, cukup banyak naskah kaligrafi digunakan untuk menghias ruang dalam masjid.
Ciri khas dari bangunan masjid ini juga terletak pada bagian atap masjid. Atap Masjid al-Muqtadir ini berbentuk runcing seperti kerucut, namun sisinya ada delapan mengikuti bentuk denah bangunan masjid. Atap berbentuk runcing ini merupakan ciri khas bangunan berarsitektur Andalusia.