Jumat 16 Sep 2011 20:04 WIB

Masjid Jangan Sekadar Tempat Shalat ,Tapi Juga Kegiatan Ekonomi Umat

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Stevy Maradona
Ahmad Satori Ismail
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ahmad Satori Ismail

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—Kondisi ekonomi umat Islam, memang belum menggembirakan. Banyak bidang usaha yang justru dikuasai oleh kelompok non-Muslim. Akibatnya, umat selalu terbelakang dan tertinggal.

Kondisi ini mendorong Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) untuk menjadikan masjid sebagai motor penggerak ekonomi umat, sekaligus mengembangkannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak hanya berperan sebagai aktifitas berdakwah saja tetapi ekonomi juga bisa digerakkan dari masjid juga,” ujar Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Prof Dr Achmad Satori Ismail dalam acara silaturahim Republika, ke Ikadi di Jakarta, Jumat (16/9).

Satori menjelaskan, masjid yang menjadi pusat ekonomi umat merupakan contoh yang dilakukan Rasulullah SAW. Ia menambahkan, gerakan itu juga sudah dilakukan oleh Turki. Menurutnya, di negara berjuluk Negeri Seribu Masjid itu, kalangan yang mampu bisa langsung membantu yang kurang mampu. Modelnya mirip dengan koperasi.

Ia menambahkan, sejumlah anggota Ikadi yang menjadi juru dakwah di berbagai daerah juga didorong memberikan pemahaman yang baik dalam membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Jadi, kata dia, peran anggota Ikadi bukan hanya sebagai penyuluh dakwah, tapi juga berperan aktif mendorong umat menjadi lebih maju dan meningkatkan kesejahteraannya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement