Kamis 28 Apr 2011 15:02 WIB

Sebuah Monumen Sejarah Bernama Bait Nassif

Red: cr01
Tersesat di Bait Nassif adalah sebuah kekonyolan yang paling berkesan.
Foto: NET
Tersesat di Bait Nassif adalah sebuah kekonyolan yang paling berkesan.

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu tempat yang layak dikunjungi ketika anda menikmati suasana Al-Balad, Jeddah, Arab Saudi, adalah bangunan kuno yang baru-baru ini telah direnovasi. Bangunan megah yang disebut Bait Nassif (Rumah Nassif) ini adalah salah satu rumah paling mewah di Al-Balad. Ia kini dianggap sebagai sebuah simbol kekayaan Jeddah di masa lalu.

Bait Nassif kini menjadi pusat budaya di mana anda dapat menghadiri pameran atau kuliah-kuliah khusus yang diberikan oleh para pakar di bidangnya.

Dengan menyusuri tiap ruang di dalamnya, kita dapat belajar banyak tentang interior seperti apakah yang terdapat dalam rumah-rumah di Al-Balad pada masa lampau.

Satu hal menarik yang akhirnya terungkap adalah ketika membangun rumah lima lantai ini, mereka menggunakan unta terlatih untuk naik turun membawa material bangunan dan barang-barang, terutama ke dapur di lantai empat. Memang tangga rumah ini berbentuk jalan melandai yang dipisahkan balok melintang, hingga nyaman bagi manusia atau binatang untuk berjalan di atasnya.

Bait Nassif memiliki 106 kamar yang sebagiannya dijadikan ruang pamer karya-karya seni yang mengagumkan. Selain hasil karya seni dari kayu, anda dapat melihat karya seni kaligrafi Arab pada ubin maupun dinding.

Ada sebuah anekdot menarik yang terkait dengan seberapa besar dan rumit bangunan ini. Pada suatu kesempatan, seorang pencuri memasuki rumah. Tentu saja, tidak dengan niat baik. Namun dalam pengembaraannya di dalam rumah, ia menyadari bahwa dirinya benar-benar tersesat. Terlalu lama ia mencoba untuk menemukan jalan keluar, namun tetap saja tersesat. Akhirnya ia kehilangan akal dan putus asa. Ketika seseorang menemukannya, dia langsung menyerah dan minta ditangkap!

Orang-orang biasanya mengenali Bait Nassif sebagai "Rumah dengan Pohon" karena itulah satu-satunya rumah di Al-Balad yang memiliki pohon. Tentu saja, untuk menanam pohon di kawasan ini tidaklah mudah, karena kelangkaan air. Namun itu tidak berlaku bagi pohon tangguh jenis mahogani ini (azadirachta indica), yang usianya diperkirakan sama tuanya dengan rumah tersebut.

Pembangunan Rumah Nassif dimulai pada 1872 dan selesai 1881 untuk seseorang bernama Syekh Umar Effendi Nassif, yang kelak menjadi gubernur Jeddah. Rumah ini menjadi milik keluarga Nassif hingga 1975.

Salah seorang ahli warisnya, Syekh Muhammad, menjadikan Bait Nassif sebagai perpustakaan pribadi. Perpustakaan ini lambat laun berhasil mengoleksi sekitar 16.000 buku, yang bisa dibaca oleh siapa pun yang berkunjung. Kini buku-buku tersebut menjadi milik Perpustakaan Universitas Abdul Aziz.

Meskipun kini orang bisa menikmati segala komoditas kehidupan modern, namun berjalan-jalan di Al-Balad untuk mengagumi rumah atau bangunan kuno ini, masih merupakan pengalaman yang sangat menarik. Mungkin anda tertarik melihat ukiran pintunya yang indah atau balkonnya yang penuh hiasan.  Atau mungkin juga anda tertarik untuk mencoba tersesat di dalamnya.

Namun jangan khawatir, tersesat di tengah kerumitan lorong-lorong Bait Nassif dengan sejarah seperti itu, pesona keindahan dan daya tariknya akan tetap terkenang sebagai salah satu kekonyolan yang paling berkesan dalam hidup anda.

sumber : Dari berbagai sumber

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement