Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Enam Orang Meninggal Akibat DBD di Sumba

Senin 11 Feb 2019 12:24 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Jumlah pasien yang dirawat di RS Imanuel Waingapu juga meningkat drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sebanyak enam orang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur Chrisnawan Try Haryantara mengatakan jumlah pasien yang meninggal itu sesuai data yang diterima pada Ahad (10/2).

"Saat ini yang meninggal khusus untuk di Sumba Timur mencapai enam orang," katanya, Senin (11/2).

Ia menyatakan, korban terakhir yang meninggal tersebut adalah seorang anak asal desa Melolo di Kecamatan Umalulu sekitar 62 kilometer Utara kota  Waingapu, ibu kota Sumba Timur. Sejak Januari hingga pertengahan Februari 2019, korban meninggal dunia akibat DBD di kabupaten itu memang terjadi peningkatan.

"Korban terakhir yang meninggal itu juga karena lambat dibawa ke RS Waingapu dalam kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS) karena terlambat dibawa ke rumah sakit. DSS ditandai dengan suhu tubuh di bawah normal, nadi dan tensi menurun, serta trombosit menurun drastis," ujar Chrisnawan.

Tidak hanya jumlah korban meninggal yang bertambah, jumlah pasien yang dirawat di RS Imanuel Waingapu juga mengalami peningkatan yang dratis. Pada pekan sebelumnya jumlah pasien yang dirawat, berjumlah 261 kasus, dan kini jumlahnya bertambah menjadi 271 kasus.

Menurut Chrisnawan, semakin meningkatnya korban meninggal dan korban DBD yang dirawat akibat kurang maksimalnya kerja dari kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang tidak terlaksana dengan baik. Kepala RS Imanuel Waingapu, secara terpisah mengakui hingga saat ini jumlah pasien di RS itu terus bertambah untuk yang terserang DBD.

"Rata-rata sehari yang masuk dan dirawat di RS itu khusus DBD mencapai 7-8 orang," katanya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat di kabupaten itu tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, agar kasus DBD itu tidak menambah korban jiwa lagi. Dengan bertambahnya jumlah korban yang meninggal akibat DBD di Sumba Timur, maka jumlah pasien yang meninggal akibat DBD di NTT mencapai 17 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA