Rabu 10 Oct 2018 19:34 WIB

DD Bentuk Program Pelatihan Keterampilan Bagi Warga Lombok

Pelatihan urban farming bertujuan untuk pemulihan korban gempa Lombok.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Tim Dompet Dhuafa bantu korban gempa di Lombok, NTB.
Foto: Dok Dompet Dhuafa
Tim Dompet Dhuafa bantu korban gempa di Lombok, NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Masa tanggap darurat bencana gempa Lombok sudah usai. Kini, beralih pada masa recovery untuk memulihkan kembali kegiatan sosial ekonomi yang ada di Lombok, Dompet Dhuafa melalui Tim Psycological First Aid (PFA) melaksanakan program pelatihan keterampilan urban farming untuk warga penyintas gempa Lombok.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan mengatakan, kegiatan pelatihan urban farming kepada masyarakat yang terdampak bencana bertujuan untuk pemulihan lanjutan bagi penyintas gempa Lombok dalam program Lombok Recovery (Lover). “Hal tersebut agar masyarakat terdampak gempa akan lebih mudah kembali beraktivitas normal dan mendapatkan ekonomi tambahan, seperti sebelum terjadinya gempa,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (10/10).

Menurutnya, kegiatan berupa pelatihan keterampilan menanam tanaman buah dan sayur di pekarangan rumah tersebut berhasil menarik banyak antusias warga. Tak hanya melatih warga berkebun di pekarangan rumah, keterampilan urban farming juga mendorong warga untuk berpikir kreatif.

“Karena, harus menanam tumbuhan di lahan yang sempit atau terbatas. Ini merupakan metode yang terbilang baru dalam dunia pertanian di Indonesia. Tentunya, ini dapat menjadi wawasan baru bagi petani, terkhusus yang ada di Lombok,” ucapnya.

Diikuti oleh remaja wanita, ibu-ibu, dan juga para bapak dan remaja pria, keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu cara warga Lombok kembali bangkit. Mengingat bahwa mayoritas masyarakat Lombok bermata pencaharian sebagai petani.

“Mendorong masyarakat berkegiatan sesuai dengan rutinitasnya, tentu akan lebih mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement