Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Rumah Zakat Bantu Warga Bangun Jembatan Darurat di Imogiri

Ahad 24 Mar 2019 17:08 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Rumah Zakat Action, relawan dan masyarakat yang melakukan  penanganan pascabanjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu  (23/3).

Rumah Zakat Action, relawan dan masyarakat yang melakukan penanganan pascabanjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (23/3).

Foto: rumah zakat
Jembatan diharapkan bisa kembali menggerakkan kembali aktivitas masyarakat di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Rumah Zakat Action bersama relawan-relawan dan masyarakat sekitar bahu-membahu membersihkan material yang terbawa arus banjir hingga ke permukiman di Imogiri. Rumah Zakat turut membangun Pos Hangat dan Pos Segar.

Seiring surutnya banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, aktivitas pembersihan lahan-lahan terdampak banjir terus dilakukan. Salah satu langkah penting yang dilakukan dengan membangun jembatan darurat.

Baca Juga

Kehadiran kedua pos itu sangat membantu pemulihan fisik masyarakat dan relawan. Terlebih, sejak bencana banjir menimpa DIY, khususnya Kecamatan Imogiri, mereka kerap bertugas selama satu hari penuh.

Banjir yang melanda akhir pekan lalu turut memutus jembatan yang menghubungkan masyarakat di Desa Selopamioro. Dari pagi hingga sore, Rumah Zakat, relawan dan masyarakat membuat jembatan darurat.

Koordinator Lapangan RZ Action, Mutaslimah berharap, kehadiran jembatan itu bisa kembali menggerakkan kembali aktivitas masyarakat di sana. Tentunya, itu menjadi jembatan darurat sebelum pembuatan jembatan resmi nantinya.

"Hingga lima hari pascabanjir di Bantul, Rumah Zakat Action telah menerjunkan 30 relawan, dan empat tenaga medis layanan Pos Segar dan Pos Hangat memberikan layanan 3.150 paket," kata Mutaslimah, Sabtu (23/3).

photo

Pos Segar Rumah Zakat di Imogiri.

Selain itu, Rumah Zakat Action telah mendistribusikan 500 kaleng superqurban, pakaian layak pakai, 1.060 nasi bungkus, 15 tikar, 15 selimut, selang air dan layanan kesehatan. Termasuk, menyiagakan ambulans dan kendaraan operasional.

Namun, Ketua Pemuda Kajor Wetan, Sofyan menekankan, mereka masih membutuhkan banyak relawan untuk membantu membersihkan material banjir di permukiman masyarakat. Dibutuhkan pula air bersih, makanan siap saji dan penyemprot air.

Selain itu, masyarakat terdampak memerlukan peralatan sekolah anak-anak yang cukup banyak rusak akibat banjir. Meski begitu, ia berterima kasih kepada semua relawan yang sudah berkontribusi membantu masyarakat terdampak banjir di sana.

"Semoga menjadi amal jariyah teman-teman semua, dan semoga terus bisa memberi manfaat kepada orang lain," ujar Sofyan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA