Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Alasan Penamaan Syawal dan Kaitannya dengan Puasa Ramadhan

Jumat 07 Jun 2019 05:30 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

  Umat Muslim melakukan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. ilustrasi (Republika/Wihdan)

Umat Muslim melakukan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. ilustrasi (Republika/Wihdan)

Syawal berkaitan kuat dengan puasa Ramadhan sebagai bulan pelatihan.

REPUBLIKA.CO.ID, Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam tradisi umat Islam, ini salah satunya lantaran dalam bulan kesepuluh ini terletak sesudah bulan suci, Ramadhan dan sebelum Dzulqa’dah ini terdapat satu dari dua hari raya besar umat Muslim yaitu Idul Fitri . Ida Fitri Shohibah dalam Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah (2012) memaparkan, secara kebahasaan, Syawal berasal dari kata bahasa Arab yang berarti ‘peningkatan’, ‘meningkat’, atau ‘terbit’.

Pemaknaannya pun dapat mengikuti bulan sebelumnya, yakni Ramadhan. Yoel Yatan dalam buku Moon-o-theism, menjelaskan, nama bulan Syawal mungkin saja berasal dari pemaknaan terbitnya bulan baru (Syawwal) sebagai tanda akhir puasa sepanjang Ramadhan. 

Baca Juga

Akan tetapi, makna kata syawwal juga dapat merujuk pada upaya ‘peningkatan’, yaitu kian memperbaiki kualitas ketakwaan dan kehidupan seorang Muslim setelah beribadah puasa satu bulan lamanya serta berzakat fitrah. Bukankah dalam Alquran Allah SWT sudah mewanti-wanti orang beriman berpuasa agar meraih takwa? Kemudian, zakat fitrah untuk menyucikan harta satu tahun lamanya?

photo

Idul Fitri Ilustrasi

Kitab Ensiklopedia Islam menyarikan ihwal bagaimana Syawal serta bulan-bulan lainnya dijalani suku-suku bangsa Arab di zaman Jahiliyah. Nama ke-12 bulan di era pra-Islam, sebagaimana kita kenal sekarang, jamaknya sudah umum dikenal di masa sebelum kenabian Rasulullah SAW. Misalnya, bulan Ramadhan yang berasal dari kata berbahasa Arab yang berarti ‘panas sangat terik’. Sebab, pada bulan tersebut musim panas di Jazirah Arab sedang terik-teriknya. 

Adapun dalam masa pasca-Ramadhan, yakni Syawal dalam penanggalan Hijriyah, orang-orang Arab pra-Islam banyak melakukan pelbagai tradisi. Malahan, asal kata Syawal, menurut Ensiklopedi Islam, merujuk pada kebiasaan orang Arab menaiki unta. Pinggul unta dipukul sehingga ekor unta menjadi naik (syawwal). Oleh karena itu, dalam masa pra-Islam, Syawal dipakai sebagai metafora peningkatan akselerasi berbuat baik setelah orang-orang melewati teriknya Ramadhan, bulan yang di dalamnya kesabaran sedang amat diuji.

 

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA