Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Sekjen MUI Dorong Pemerintah Hapus Semua Konten Porno

Senin 17 Jun 2019 09:54 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Reiny Dwinanda

Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas

Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas

Foto: ROL/Abdul Kodir
Demi perlindungan anak, Sekjen MUI minta pemerintah hapus konten porno di internet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mendorong pemerintah untuk menghapus semua konten pornografi di dunia maya. Dengan begitu, konten negatif tersebut tak mudah terakses oleh anak-anak.

"Kita tidak mau negeri ini dan anak-anak bangsa dirusak oleh kehadiran teknologi yang ada," kata Buya Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (17/6).

Buya Anwar menjelaskan, kenyataan hari ini, anak di Indonesia telah memiliki gawai sendiri. Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjamin anak-anak Indonesia mendapatkan konten yang tepat.

Tanggapan Buya Anwar tersebut ditujukan terkait munculnya konten pornografi yang melibatkan siswa di sekolah. Ia berpandangan, agama sangat melarang hal tersebut.

"Hal itu tidak hanya tercela dalam kacamata agama saja, tapi juga dalam kacamata budaya kita sebagai bangsa indonesia," kata pria yang juga merupakan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut.

Selain mendorong pemerintah untuk menertibkan konten di dunia maya, Buya Anwar juga mengimbau agar masyarakat dapat memberikan pendidikan moral yang baik terhadap generasi muda. Ia mengingatkan bahwa tugas tersebut harus menjadi perhatian bersama.

"Tidak hanya oleh para guru di sekolah, tetapi juga oleh orang tua dan masyarakat," kata Buya Anwar.

Menurut Buya Anwar, akhlak dan moral bangsa Indonesia harus dijunjung tinggi. Hal itu menjadi kunci kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang.

"Apalah artinya kita menjadi negara dan bangsa yang katanya maju, kalau ternyata akhlak dan moralitas dari anak-anak bangsanya rusak, memprihatinkan, dan bermasalah," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA