Sabtu 18 May 2019 16:21 WIB

Makam Syekh Burhanuddin Pariaman Dipoles untuk Wisata Religi

Makam Syekh Burhanuddin Pariaman menjadi destinasi wisata religi favorit.

Sejumlah peziarah mengunjungi kompleks Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar.
Foto: Antara
Sejumlah peziarah mengunjungi kompleks Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Sumatra Barat membenahi kawasan cagar budaya makam Syekh Burhanuddin yang akan dijadikan lokasi wisata religi dengan dana sebesar Rp 120 miliar dari APBN.

"Ini merupakan kelanjutan pembangunan masjid dan makam Syekh Burhanuddin termasuk empat titik lain dari 12 titik yang akan dikerjakan," kata Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur di Parit Malintang, Sabtu (18/5).

Baca Juga

Dia menyebutkan pembangunan yang dilakukan di empat titik itu untuk melanjutkan pembangunan mushala, pagar, makam, dan relokasi lokasi kuliner hingga berikutnya renovasi permukiman, kantor wali nagari, dan sekolah dasar.

Dia mengatakan, pemerintah pusat meminta agar administrasi terkait pembenahan tersebut selesai sebelum lebaran sehingga bisa segera masuk dalam masa tender.

"Hingga saat ini kami telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di makam Syekh Burhanuddin dan mereka mendukung," katanya.

Dia menyebutkan tinggal tiga titik lagi yang harus dinegosiasikan dan pihaknya berharap proses tersebut dapat diselesaikan.

Pihaknya menyampaikan rencana induk pengembangan kawasan cagar budaya makam Syekh Burhanuddin tersebut telah selesai pada 2016 dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu. "Yang penting sekarang bagaimana kami menyelesaikan administrasinya dulu," ujarnya.

Sebelumnya Dinas Pariwisata Sumbar akan menjadikan tradisi Basapa yang biasa dilakukan Jamaah Syatariah di kawasan cagar budaya makam Syekh Burhanuddin sebagai kegiatan wisata religi.

photo
Sejumlah anggota jemaah tarekat Syattariyah bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib berjamaah di kawasan Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Jumat (15/7). Jemaah Syattariyah di berbagai daerah di Sumbar menjalankan tradisi b

Kepala Seksi Promosi Konvensi Insentif Event dan Minat Khusus Dinas Pariwisata Sumbar, Riza Chandra, mengatakan,pihaknya telah meninjau beberapa daerah dan Basapa memiliki potensi untuk dijadikan wisata religi.

”Jatuhnya pilihan pada Basapa karena tradisi tersebut memiliki potensi yang tidak ada di daerah lain sehingga diperlukan usaha agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” katanya.  

Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman atau dikenal dengan sebutan Syekh Burhanuddin Ulakan adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Pariaman. Ulama kelahiran Sintuk, Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman 1646 itu, adalah penyebar Islam di Kerajaan Pagaruyung.

Dia dikenal gigih melakukan perlawanan dan memimpin pergerakan Islam melawan VOC. Wafat pada 20 Juni 1704 di usia 58 tahun, dia juga dikenal sebagai guru Tarekat Syatariyah, Minangkabau, Sumatra Barat. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement