Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Sejarah Masjid Thailand tak Terlepas dari Budaya Indonesia

Rabu 15 May 2019 15:59 WIB

Red: Agus Yulianto

Ustaz Taufiq Hidayat Nazar Dai Ambassador Dompet Dhuafa untuk Thailand tengah bersilaturahim dengan Ustaz Ransan Binkamson di masjid di Thailand.

Ustaz Taufiq Hidayat Nazar Dai Ambassador Dompet Dhuafa untuk Thailand tengah bersilaturahim dengan Ustaz Ransan Binkamson di masjid di Thailand.

Foto: Foto: Istimewa
Sayangnya, kegiatan pemantapan ibadah dan ruhiyah kurang berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, THAILAND -- Siapa sangka orang Indonesia ternyata berkontribusi terhadap negara Thailand. Salah satunya adalah Ustaz Taufiq Hidayat Nazar selaku Dai Ambassador Dompet Dhuafa untuk Thailand.

Dalam dakwahnya kali ini, ia menyempatkan berkunjung ke Masjid Jawa di Khwaeng Yan Nawa, Khet Sathon, Krung Thep Maha Nakhon. Kunjungan tersebut mengantarkan Ustaz Taufiq bertemu dengan salah satu imam dan khatib tetap Masjid Jawa. (Rabu, 15/5).

“Namanya Acan (Ustaz) Ransan Binkamson. Beliau menyayangkan kondisi generasi warga keturunan Jawa sekarang yang tidak peduli dengan asal usul keluarga dan budaya Indonesia,” ujar Ustadz Taufiq dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id.

Untuk menangkal hal tersebut, dia berharap, melalui kunjungan silahturahminya, mampu menghasilkan langkah yang lebih adaptif lagi. Sehingga, banyak lagi warga Indonesia yang peduli terhadap asal usul budayanya. Salah satu upaya tersebut adalah melalui dakwah.

“Beliau (Ustaz Ransan Binkamson, red) berharap dapat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam bidang dakwah. Beliau ingin kegiatan dakwah secara reguler terlaksana di masjid tersebut. Dengan harapan mampu mengedukasi para jamaah tentang pesoalan fiqih ibadah, mu'amalah dan lain-lainnya,” lanjut Ustaz Taufiq.

Ustaz Ransam juga menceritakan kalau masjid sekarang hanya sebatas itu-itu saja. Belum mengalami perkembangan, yakni berkutat kegiatan-kegiatan tahunan seperti kurban dan penyajian hidangan buka puasa. Akan tetapi nihil pada kegiatan-kegiatan pemantapan ibadah dan ruhiyah.

“Setelah berdiskusi banyak dengan beliau, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi masjid lain yang juga memiliki pertalian erat dengan bangsa Indonesia, yaitu Masjid Ban-Oou di kawasan Sanri-Laya. Masjid tersebut berdiri atas andil orang-orang Minangkabau. Maka jangan kaget ketika mendengar ada salah satu warga Thailand sekitar mampu mengatakan ‘Tambuah ciek, da’,”  ujarUstaz Taufiq.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA