Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Agar Dicintai Allah

Ahad 12 May 2019 21:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Lafadz Allah

Ilustrasi Lafadz Allah

Foto: Foto : MgRol112
Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang l

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kitab Nashaihul Ibad berisi ajaran-ajaran tasawuf Islam. Mutiara nasihat dalam buku ini disajikan secara sederhana, sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.

Baca Juga

Di setiap babnya, Syekh Nawawi selalu memberikan uraian terkait jumlah nasihat yang akan dipaparkannya. Misalnya, dalam bab pertama Syekh Nawawi menyebutkan ada 30 pedoman dengan perincian empat sabda Nabi Muhammad SAW dan sisanya adalah ucapan sahabat atau tabiin. Tiap-tiap pedoman memuat dua poin nasihat.

Sementara itu, sumber kitab hadis yang digunakan Syekh Nawawi di antaranya adalah Kutub at-Tis'ah. Sayangnya, hadis yang terdapat dalam kitab ini tidak semuanya berkualitas sahih, ada juga hadis dhaif yang terkadang dipermasalahkan.

Kendati demikian, beberapa ulama ada yang memperbolehkan penggunaan ha dis dhaif untuk keutamaan amal ibadah, sehingga kitab ini tetap dipelajari di Indonesia, khususnya di pesantren-pesantren.

Kesalehan spiritual dan sosial Pada bab pertama, Syekh Nawawi memberikan nasihat kepada umat Islam agar tidak menjadi hamba Allah yang saleh secara spiritual saja, tapi juga saleh secara sosial.

Nasihat ini ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi: Ada dua perkara yang tiada sesuatu apa pun yang lebih utama dari keduanya, yakni iman kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama Muslim (dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga).

Menurut Syekh Nawawi, Rasulullah juga pernah bersabda, Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi utangnya.

Dalam menyebutkan hadis-hadis tersebut, Syekh Nawawi tidak menyebutkan rentetan jalur sanadnya. Namun, banyak hadis-hadis yang diberikan keterangan ten tang mukharrijatau perawinya terakhir yang menuliskan riwayat yang ia dapat dalam sebuah catatan.

Dalam menjelaskan tentang kesalehan spiritual dan sosial tersebut dapat dilihat bahwa Syekh Nawawi menyajikan penjelasan yang langsung pada pokok masalah, sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya.

Nasihat-nasihat dalam kitab ini dapat menjawab kebutuhan spiritual sehari-hari seorang Muslim. Nasihat di dalamya bersumber dari Alquran, hadis, dan ucapan para sahabat serta ulama salaf. Karena itu, kitab ini juga menduduki posisi yang sangat penting dan populer di kalangan umat Islam dunia.

Kitab ini memiliki kandungan makna yang sangat dalam, sehingga jika dipahami dan diamalkan dalam kehidupan seharihari, akan dapat mengantarkan seorang Muslim menuju kesucian hati, kebersihan jiwa, dan kesantunan budi pekerti. Buku ini benar-benar dapat meng ingatkan umat akan pentingnya memaha mi makna hidup yang sejati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA