Selasa 01 Jan 2019 14:15 WIB

'Jadikan Islam Sebagai Pemersatu untuk Perdamaian

Semua ibadah di dalam islam bertujuan supaya manusia lebih baik kepada sesama.

Prof Siti Musdah Mulia
Foto: BNPT
Prof Siti Musdah Mulia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP),  Prof Dr Siti Musdah Mulia, meminta kepada masyarakat untuk dapat memaknai Islam sebagai alat pemersatu antar umat untuk mewujudkan perdamaian dan persatuan.

“Kita beragama itu salah satu tujuannya untuk kemanusiaan bukan sekedar untuk Tuhan saja. Apalagi dalam islam itu sangat sangat kental. Kalau kita perhatikan semua ibadah di dalam islam itu bagaimana kita sebagai manusia itu bisa menjadi lebih baik terhadap sesama,” ujar Prof Dr Siti Musdah Mulia di Jakarta, Kamis (27/12).

Dirinya mencontohkan, salah satu perintah dalam islam untuk melaksanakan sholat salah satunya memiliki tujuan agar kita tidak melakukan hal-hal yang keji terhadap sesama. Bahkan bukan hanya dengan sesama, di islam itu sendiri mempunya makna rahmatan lil alamin yang betul betul rahmat bagi semua alam, yang  di dalamnya ada manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan dan juga lingkungan.

“Oleh karena itu sebagai orang yang beragama harus tercermin dari bagaimana perlakuannya terhadap seluruh lingkungannya. Sebagai umat beragama kita harus selalu menjaga hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia dan mahkluk-mahkluk lain. Saya pikir islam itu benar-benar bagaimana menjaga agar supaya agama ini menjadi benar-benar Rahmat, bukan bencana bagi sesama mahkluk,” kata Guru Besar pemikiran politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini

Dirinya melihat kalau selama ini ada kelompok-kelompok lain atau kelompok radikal yang suka memakai bungkus agama dalam mengkampanyekan sesuatu yang tentunya dapat memecah-belah persatuan diantara umat manusia. Hal ini dikarenakan agama adalah sebuah identitas yang mudah sekali untuk dijual yang tentunya akan berbahaya bagi masyarakat yang selama tidak memahami agama dengan baik. Untuk itu dirimya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan alasan agama.  

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement