Kamis 08 Feb 2018 00:34 WIB

Kapolri Safari ke Seluruh Ormas Islam, Ini Alasannya

Kapolri mengimbau agar umat Islam yang berada di akar rumput jangan terpecah.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Andi Nur Aminah
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat mengunjungi salah satu ormas Isla, DPP Syarikat Islam Indonesia, Selasa (6/2).
Foto: dok. Div Humas Polri
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat mengunjungi salah satu ormas Isla, DPP Syarikat Islam Indonesia, Selasa (6/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian belakangan ini aktif bersilaturahim ke sejumlah ormas Islam. Hal itu dilakukannya dilatari alasan tersendiri. Untuk mencegah perpecahan, ia akhirnya memutuskan untuk melakukan safari ke seluruh organisasi Islam.

Hal ini dilakukan Kapolri setelah beberapa waktu lalu, beredar video yang dipotong, yang seolah-olah Polri hanya ingin membangun silaturahim dengan dua ormas Islam saja, yakni NU dan Muhammadiyah," jelas Tito. Ia memberikan klarifikasi pada video yang sebenarnya berdurasi 26 menit itu, ia justru memberi kritikan dan juga dukungan ke NU dan Muhammadiyah.

Kapolri mengimbau agar umat Islam yang berada di akar rumput jangan terpecah, dan jangan mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. "Saya memberi semangat dari kritikan kepada NU dan Muhammadiyah, yang dapat mengantisipasi masalah yang ada di grass root ini. Polri siap mendukung," kata Tito.

Demi meluruskan apa sebenarnya isi video yang sempat viral tersebut itulah, Kapolri aktif menyambangi sejumlah ormas Islam. Awalnya, Tito mengaku, merasa ragu untuk melakukan safari ke organisasi Islam. Pasalnya, di tahun politik seperti tahun ini, dikhawatirkan safari tersebut justru dicap sebagai ajang politik Tito.

Namun akhirnya, lanjut Tito, dia memantapkan diri untuk melakukan safari ke Ormas Islam di Indonesia. Karena menurutnya, Polri sebagai lembaga yang netral butuh banyak mitra untuk tetap menjaga kedamaian di Indonesia.

"Dikira nanti saya punya keinginan politik, saya cukup jadi Kapolri. Ini amanah dari Allah, saya sangat yakin yang bisa ambil amanah adalah Allah. Sudah saya nawaitu safari ini bertujuan baik," tutur mantan Kepala BNPT itu.

Mengenai Pilkada, Tito juga mengajak Dewan Dakwah untuk bersinergi dengan Polri, guna mendinginkan suhu politik yang mungkin akan panas. Ia berharap dengan hadirnya para ulama dalam mendinginkan suhu politik saat Pilkada, maka Pilkada dapat berjalan dengan aman. "Karena tahun politik situasi memanas, potensi konflik ini jangan sampai meledak. Di sini peran Polri bersama ulama mendinginkan dan mencegah konflik itu. Saya sangat memohon bantuan, kita bisa saling bergandengan, karena posisi Polri netral," papar Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menghaturkan maaf bila ada organisasi Islam yang tersinggung dengan ucapannya dalam video tersebut. Ke depannya, ia ingin hubungan Polri dengan para ulama dapat terjalin lebih erat lagi. "Saya mengajak segenap Ormas Islam yang ada untuk bermitra. Saya tidak mengajak untuk memenangkan salah satu paslon, tapi mendinginkan situasi saat Pemilu," jelas dia.

Dalam silaturahim itu, Kapolri didampingi oleh Wabaintelkam Polri Irjen Pol Lucky Hermawan, Sahlisosek Kapolri Irjen Pol Gatot Eddy, Karo Penmas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal, Brigjen Pol Refdi Andri, serta Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement