Ahad 21 Jan 2018 06:33 WIB

Tingginya Perceraian Karena Kurangnya Perhatian Pemerintah

Kemenag memang tengah gencar melakukan pendidikan pra nikah bagi umat Islam

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Perceraian
Perceraian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Kementerian Agama dalam dua tahun terakhir ini kerap mendapat informasi yang cukup memprihatinkan terkait terus melonjaknya angka perceraian dan kekerasan rumah tangga yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ia pun menilai bahwa tingginya akan perceraian tersebut dikarenakan kurangnya perhatian dari pemerintah.

"Tingginya angka perceraian dan kekerasan rumah tangga itu terjadi salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian dari pemerintah terkait pendidikan sistematis dan terstruktur kepada pemuda-pemudi dalam berumah tangga," ujar Lukman dikutip dari laman resmi Kemenag, Ahad (21/1).

Karena itu, Lukman mengajak kepada segenap keluarga besar salah satu organisasi ortonom bagi Wanita Muhammadiyah, Aisyiyah untuk memberi perhatian lebih akan pentingnya pendidikan orangtua dan pendidikan pra nikah. Hal ini disampaikan Lukman saat memberi arahan dalam gelaran Tanwir-I 'Aisyiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/01) malam.

Acara yang mengangkat tema 'Kebijakan dan Program Pemerintah tentang Penguatan Keluarga Indonesia Sinergi dengan Aisyiyah" tersebut juga dihadiri Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Rektor Universitas Muhammadiyah Dirjen Binmas Islam, Prof Muhammadiyah Amin, Ketua Umum PP Aisyiyah dan 450 peserta Tanwir I Aisyiyah yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Melalui Dirjen Bimas Islam, Kemenag memang tengah gencar melakukan pendidikan pra nikah bagi umat Islam. Bahkan, kini tidak hanya akan menyasar calon suami dan istri yang akan menikah, tapi juga akan masuk pada perguruan tinggi. Dengan demikian, para mahasiswa juga akan mempunyai modal yang kuat untuk membangun mahligai rumah tangga.

"Alhamdulillah kami sudah berhasil menyusun sebuah modul terkait bimbingan pra nikah. Program ini akan kami gencarkan dan sudah kita uji coba di berbagai daerah. Tentunya program ini tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya peran organisasi keaagamaan seperti Aisyiyah dan ormas lainnya di Indonesia," kata Menag.

Selain itu, Lukman juga mengatakan bahwa pendidikan bagi orangtua itu sangat penting, karena pendidikan orangtua akan sangat berpengaruh terhadap terbentuknya karakter anak dan keluarga.

Dengan orangtua yang terdidiklah akan lahir anak-anak berkualiatas. Selain itu menjadi orangtua zaman sekrang jauh lebih komplek daripada orang tua zaman dulu," ucap alumni Pesantren Gontor ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement