Senin 25 Sep 2017 13:52 WIB

Kiai Satori: Adanya Kerusakan karena Posisi Muslim tak Kuat

Rep: Fuji E Permana/ Red: Teguh Firmansyah
Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), KH Ahmad Satori Ismail menilai, adanya kerusakan di atas muka bumi disebabkan karena umat Islam tidak memiliki posisi yang kuat.

Kalau umat Islam memiliki posisi yang kuat, yang lainnya tidak akan banyak berkutik. "Karena keadilan Islam sudah sangat jelas, kemudian di dalam sistem ataupun ajaran-ajaran (Islam) juga jelas," kata KH Ahmad Satori kepada Republika.co.id, kemarin.

KH Ahmad menerangkan, ketika umat Islam berada di posisi puncak, kondisi dunia masih baik. Sebagai contohnya pada abad pertama hijriyah sampai abad kedelapan hijriyah saat masih ada Khilafah Islamiyah. Waktu itu umat Islam berada di posisi puncak.

Eksploitasi dan penjajahan terhadap suatu bangsa tidak terjadi ketika umat Islam berada di posisi yang kuat.  Hal ini juga dinyatakan di dalam surah al-Anfal ayat 73. Wal ladzina kafaru ba'dhuhum auliya-u ba'dh illa taf'aluhu takun fitnatun fil ardhi wa fasadun kabir.

"Artinya, orang-orang yang kafir bersatu padu dan bahu membahu, bila kamu (umat Islam) tidak melakukan seperti itu bahu membahu dan saling bersatu maka akan terjadi mala petaka yang besar juga akan terjadi kerusakan di atas bumi," ujarnya.

KH Saotir menerangkan, jadi umat Islam adalah penyeimbang dan pengaman. Agar umat Islam  kuat, harus diwujudkan dengan persatuan.

Umat Islam yang jumlahnya sangat banyak ini kalau bersatu akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. Selain itu, perekonomian umat juga harus diperkuat. Sebab, kalau tidak ada logistik, logika tidak akan jalan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement