Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Gerakan Boikot Starbucks oleh Muhammadiyah Mendunia

Jumat 07 Jul 2017 09:39 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Starbucks

Starbucks

Foto: Reuters/Keith Bedford

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gerakan boikot Starbucks oleh Muhammadiyah menjadi sorotan internasional. Apalagi gerakan itu mendapat dukungan dari kelompok Muslim berpengaruh di Malaysia.  NBC News dalam artikelnya menulis judul, 'Muslim Groups in Malaysia, Indonesia Boycott Starbucks Over LGBTQ Suppurt.'

NBC News yang mengutip kantor berita Reuters dalam paragraf pertamanya menggambarkan bagaimana, kelompok Muslim di Malaysia bergabung dengan organisasi konservatif Muslim di Indonesia (Muhammadiyah) memboikot Starbucks.  Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap gerai kopi internasional itu mendukung hak-hak gay.

Organisasi Muslim Malaysia yang bergabung dengan Muhammadiyah adalah Perkasa. Kelompok yang mempunyai 700 ribu anggota itu setuju dengan langkah Muhammadiyah memboikot Starbucks yang mendukung LGBT. Perkasa juga setuju izin Starbucks dicabut.

Media Amerika Serikat berbasis di Chicaco, Chicago Tribune juga menulis tentang gerakan boikot Starbucks ini. Chicaco menulis judul, 'Malaysia, Indonesia Muslim groups Call for Starbucks Boycott.'

Chicaco Tribune yang mengutip Associated Press menggambarkan kelompok Perkasa didukung oleh garis kelas Islam dan nasionalisme.  Perkasa meminta 500 ribu anggotanya untuk menjauh dari gerai kopi Starbucks. Hal sama juga lebih dahulu dilakukan oleh Muhammadiyah yang memiliki 29 juta pengikut di Indonesia. 

Baca juga,  LSM di Malaysia Ikut Muhammadiyah Serukan Boikot Starbucks.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA