Kamis 21 Jul 2016 15:17 WIB

Pilih Makanan Halal Bagian dari Ibadah

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Achmad Syalaby
Sejumlah anak membeli jajanan di salah satu Sekolah Dasar Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (7/4). Hampir sepertiga jajanan anak sekolah di 23.500 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Indonesia tercemar mikroba berbahaya. Pada jajanan anak sekolah juga d
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Sejumlah anak membeli jajanan di salah satu Sekolah Dasar Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (7/4). Hampir sepertiga jajanan anak sekolah di 23.500 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Indonesia tercemar mikroba berbahaya. Pada jajanan anak sekolah juga d

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam dinilai masih menyepelekan pentingnya makanan halal. Fakta itu mengusik keprihatinan dari Organisasi Massa Persaudaraan Muslimah atau Salimah. 

Ketua Umum PP Salimah Siti Faizah mengungkapkan keprihatinan atas rendahnya kesadaran umat Islam tentang pentingnya makanan halal. Dia menilai kesadaran itu terbilang masih sangat rendah, baik oleh konsumen maupun produsen."Umat belum sadar betul pentingnya makanan halal, padahal itu bagian dari ibadah seorang Muslim," kata Faizah kepada Republika.co.id, Kamis (21/7).

Ia menerangkan, umat Islam yang menjadi konsumen terbilang kurang peduli akan keharusan mengonsumsi makanan halal. Sebaliknya, umat Islam yang menjadi produsen makanan, turut bersikap tidak peduli atas pentingnya kehalalal dari makanan yang dijual.

Faizah bahkan melanjutkan, itu dapat terlihat jelas dari makanan-makanan yang dijajakan hampir setiap hari. Dari bahan campuran yang bukan untuk makanan sampai bahan makanan yang memang dilarang oleh Islam, seakan bukan lagi aspek penting seorang Muslim.

Untuk itu, ia mengimbau umat Islam senantiasa meningkatkan kepedulian akan kewajiban mengkonsumsi makanan halal. Menurut Faizah, itu bisa mulai diterapkan pada makanan kecil sehari-hari, yang biasanya disepelekan kehalalannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement