Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Warga Korsel Sambut Positif Komunitas Muslim

Senin 27 Apr 2015 06:44 WIB

Rep: c 31/ Red: Indah Wulandari

Muslim Korea Selatan

Muslim Korea Selatan

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO -- Upaya pemerintah Korea Selatan untuk mengajak warganya agar lebih memahami ajaran Islam, baik sebagai budaya dan agama telah menuai hasil.

"Setiap tahun, telah terjadi dialog antara beberapa agama di sini. Kami membahas cara-cara untuk hidup berdampingan dan bekerja sama satu sama lain," jelas Imam Masjid Central Seoul Lee Ju-hwa, dikutip dari onislam.net, Senin (27/4).

Sikap positif terhadap komunitas Muslim didorong oleh dialog dan kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim Korea selama beberapa tahun terakhir.

Selain dialog, warga Negeri Gingseng itu didorong untuk menghadiri kelas-kelas bahasa Arab gratis bersama dengan seminar dan ceramah tentang tradisi agama Islam.

Hal itu juga dirasakan oleh seorang mahasiswa Muslim di Universitas Kyung Hee bernama Muhammad. Ia menyatakan bahwa warga dan pemerintah Korsel tidak lagi mendiskriminasi dirinya atas dasar seorang muslim.

"Ketika saya datang ke sini pada tahun 2010, warga Korea bersikap aneh saat melihat reaksi umat Muslim disini melakukan ibadah shalat. Itu sangat menggangu untuk orang-orang seperti saya." kata Muhammad.

Pimpinan eksekutif dari Markaz Arab Centre Kim Sang-kyu pun mengatakan bahwa tiga tahun yang lalu, dua siswa datang untuk belajar bahasa Arab. Sekarang, lebih dari 100 siswa mengunjungi tempat tersebut dan belajar bahasa Arab selama sebulan penuh.

"Karena kebanyakan pengguna bahasa Arab adalah muslim, mahasiswa Korea yang belajar bahasa Arab mendapatkan kesempatan untuk memahami budaya Islam dengan berkomunikasi dengan guru Muslim," kata Kim Sang-kyu.

Menurut Imam Lee Ju-hwa, peristiwa penculikan warga Korsel di Afghanistan tahun 2007 lalu menjadi pemicu rasa ingin tahu di kalangan orang Korsel. Mereka ingin mengetahui tentang agama yang memiliki perkembangan tercepat di dunia tersebut.

Mayoritas penduduk Korsel terdiri dari pekerja migran Pakistan dan Bangladesh. Jumlah Muslim warga asli Korsel diperkirakan sekitar 45 ribu orang. Sebanyak 52% dari populasinya menganut agama Buddha dan 20% menganut agama Kristen. Diperkirakan 25,3% warga mengaku tidak mengikuti agama tertentu.

Menurut data Federasi Korea Muslim (KMF), ada sekitar 135.000 Muslim yang tinggal di Korea Selatan, baik pribumi dan orang asing.

LeeJu-hwa menyatakan, sangat penting untuk menyadari bahwa umat Islam telah menjadi bagian dari Korsel. 

"Tentu kita memiliki perbedaan-perbedaan, tetapi penting untuk membuka diri terhadap orang lain. Mencoba dan memahami satu sama lain, dan menetapkan landasan bagi kita semua untuk hidup berdampingan secara damai," kata Lee

Sebuah penelitian baru juga menemukan bahwa  masjid, restoran halal dan pemahaman Islam diperlukan untuk mendorong lebih banyak pelajar Muslim untuk belajar di negara Asia lainnya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA