Sabtu 23 Nov 2013 07:56 WIB

Restoran Halal di Jepang Menjamur

makanan halal
Foto: republika.co.id
makanan halal

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Maman Sudiaman

Jepang memang tengah menggalakkan pariwisata. Sadar akan potensi wisatawan Muslim, Pemerintah Negeri Matahari Terbit ini pun mendorong pebisnis dan investor untuk menyediakan restoran halal.

Pemandangan tersebut bisa dilihat bagi Anda yang berkunjung ke Sakai, Osaka, Jepang, melalui pintu Kansai International Aiport (KIX).

Mulai November 2013, Osaka International Airport (ITM), selaku pengelola bandara, menyediakan sekaligus dua restoran berlabel halal. Restoran Sanuki, salah satunya.

Rumah makan yang terletak tak jauh dari ruang eksekutif di bandara yang sama menyediakan ragam menu halal, sebagian besarnya didominasi mi (udon).

“Ini tambahan layanan di KIX,” ungkap Hisanori Kato, penasihat Pemerintah Kota Sakai, Osaka, Jepang, kepada wartawan belum lama ini.

Hisanori Kato yang didampingi sejumlah pejabat pengelola Bandara KIX menyebutkan, sertifikasi halal dikeluarkan Malaysian Halal Consultation & Training. “Aman dikonsumsi orang-orang Muslim,” jelasnya.

Boleh jadi, restoran berlabel halal di bandar udara ini akan terus bertambah. Alasannya, arus lalu lintas penerbangan di bandara ini sangat padat dan beroperasi 24 jam penuh.

Sebagai bandara berskala internasional, pengguna layanan bandara ini bukan hanya orang-orang Jepang, melainkan juga para pelancong dan pebisnis dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sehingga, layanan resto halal ini menjadi sebuah penghargaan Pemerintah Jepang terhadap masyarakat Muslim yang berkunjung ke Osaka.

Bandara yang berada di bagian barat Jepang ini memiliki peranan penting dalam kancah penyediaan transportasi udara di Jepang. Jalur penerbangan di bandara ini tak hanya untuk internasional, melainkan juga jalur domestik frekuensinya cukup tinggi.

Seiring dengan meningkatnya perekonomian, bandara yang memiliki tambahan dua landasan pacu sepanjang 4.000 meter ini tak hanya menyediakan layanan untuk pesawat penumpang saja, tapi juga pesawat kargo.

Pengelola bandara mencatat, selama 2012, total penumpang yang masuk ke bandara ini mencapai 16.110.000 orang dengan kargo seberat 700 ribu ton.

Lepas dari Bandara KIX, sejumlah restoran halal juga sudah mulai bertebaran di wilayah Osaka. Di antaranya, Sagun Nepali Restaurant yang lokasinya tak jauh dari Masjid Osaka (Ibaraki Mosque).

Adalagi  Hafez Persian Restaurant yang lokasinya berada di Kitahori, Nishiku-Osaka, Maharaja Indian Restaurant di Ekimae Dai 2 Building, 1-2-Kitaku, Umeda, Osaka.

Lalu, ada Medi Moon Halal Restaurant yang berlokasi di Sakaisuji Hommachi, Salam Indonesia Restaurant di Tokyo Building lantai pertama, serta sejumlah restoran lainnya.

Jika tak bisa menyempatkan waktu berbelanja makanan halal, Anda juga bisa melakukan layanan pesana antar. Dani Hamdani, salah satu pengelola layanan makanan halal pesan antar, mengaku sudah mengelola usahanya sejak delapan tahun silam.

Warungkita Halal Food tempat usaha yang dikelola Dany berlokasi di pusat Kota Jepang, yakni Gifu. “Waktu tempuh satu hingga dua jam pun akan kita layani,” ujarnya.

Ragam makanan yang disediakan, mulai dari mi, keripik, hingga ragam bumbu masak. Sebagian besar bahan makanan itu sengaja dia datangkan dari Indonesia.

Mulanya, pesan antar hanya dilakukan sebatas warga Indonesia yang tinggal di Jepang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga tenaga kerja.

Pesanan secara online bisa dilakukan dengan menghubungi alamat facebook miliknya, yakni Dany Yuan. Menurutnya, layanan pesan antar secara online di Jepang lebih banyak menggunakan jejarang sosial itu.

Pesanannya kerap datang dari apartemen ke apartemen lain. “Jumlah pelanggan kurang dari seribuan,” ujar lelaki asal Tasikmalaya, Jabar, yang memperistri wanita asal Gifu, Jepang, ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement