Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Jejak Arsitektur Bukti Kemajuan Benua Afrika

Selasa 19 Feb 2019 13:42 WIB

Red: Agung Sasongko

Piramida Mesir

Piramida Mesir

Foto: flickr
penggalian arkeologis telah mengekspos tradisi warisan arsitektur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsitektur dan infrastruktur merupakan salah satu indikasi dari kemajuan masyarakat yang mencakup ilmu dan seni. Banyak sekali contoh bangunan, megalit dan monolit yang dibangun di seluruh benua Afrika. Hal itu merupakan bukti prestasi teknologi mereka.

Dari zaman Mesir kuno hingga penjajahan Eropa, penggalian arkeologis telah mengekspos tradisi warisan arsitektur dan infrastruktur yang tua dan beragam di Afrika. Afrika Utara mungkin memiliki contoh arsitektur dan infrastruktur yang paling mewah dan megah.

Baca Juga

photo

Lokasi wisata Piradima Giza, Mesir.

Arkeolog kelahiran Inggris yang telah bekerja secara ekstensif di Afrika, Graham Connah mengungkapkan, kota-kota di sepan jang pantai Mediterania ini memiliki sistem drainase dan sanitasi yang cukup canggih. Saluran air yang mengangkut air ke pusatpusat utama Afrika Utara telah dibangun sejak zaman itu.

Namun, Connah menyatakan, aspek yang paling estetis dan terkemuka dari teknologi arsitektur di wilayah ini adalah karya tukang batu dan pemahat trotoar. Mereka membuat mozaik indah yang menggambarkan kehidup an sehari-hari dan mitologi Punisia. Bangsa Romawi menamai karya-karya ini sebagai Pavimentum Punicum.

Bukti adanya urbanisasi dan status ke warganegaraan tertua dapat ditemukan di banyak situs di sepanjang Sungai Nil Tengah. Saat ini wilayah tersebut terletak di negara Su dan, tetapi dari tahun 3700 SM hingga 1504 M, wilayah itu dihuni oleh orang-orang Nubia kuno.

Wilayah ini adalah rumah bagi banyak kota dan melahirkan peradaban yang bera gam dan kompleks. Pengetahuan arsitektur yang luar biasa dapat dilihat dari makam-ma kam yang dibangun dengan menggunakan batu ashlar.

photo

Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat.

Dataran tinggi Ethiopia dan Eritrea juga memiliki warisan arsitektur kuno yang luar biasa. Connah menyatakan, kemajuan paling canggih secara teknologi di Afrika tropis adalah kemajuan peradaban Aksumite.

Orang-orang Aksumit mahir dalam pem bangunan monolit besar. Sejak milenium per tama sebelum masehi, mereka telah membangun hunian-hunian mewah. Desain bangun an mereka memasukkan unsur dekoratif leng kungan batu-bata dan kubah barel. Se dang kan, batu-batu menjadi material utama ba ngun an mereka.

Connah juga menyebutkan, Afrika Barat merupakan bagian dari peradaban kuno. Dari bukti-bukti yang ditemukan dapat diketahui bahwa pada masa lalu masyarakat wilayah ini sudah maju secara teknologi.

Di kota kuno, Jenne-Jeno, Mali misalnya, kemajuan teknologi tampak dari bangunanbangunan megah menjulang yang terbuat dari lumpur. Bangunan-bangunan itu dibuat pada milenium pertama Masehi.

Pantai Afrika Timur mungkin memiliki teknologi paling menarik dalam hal arsitektur dan infrastruktur. Sejak abad kesepuluh, ke majuan arsitektur di sepanjang pantai Afrika Timur tampak dari penataan eksterior yang menggunakan batu serta karang. Sedangkan, di sisi interior mereka telah menggunakan plester dari kapur untuk melapis dinding hu nian.

Ibnu Batutah atau Muhammad bin Batutah, seorang alim Maroko yang pernah berkelana ke berbagai pelosok dunia pada abad pertengahan mengungkapkan, Kilwa (sekarang Tanzania Selatan) adalah kota yang paling indah.

Dalam salah satu catatan perjalanannya, Ibnu Batutah menggambarkan Kilwa sebagai salah satu kota paling indah yang pernah ia saksikan dalam banyak perjalanannya di berbagai belahan dunia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA