REPUBLIKA.CO.ID,BENGKULU--Keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS dalam ketahanan terhadap ujian dari Allah SWT dapat dijadikan sumber energi bagi kehidupan umat manusia, kata Khatib Shalat Idul Adha 1423 H di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu Sirajuddin.
"Mereka sudah membuktikan komitmen nilai tauhid yang sangat kita butuhkan agar tidak tergelincir dari kebaikan," katanya, Rabu (17/11).
Ia mengatakan, Nabi Ibrahim yang hidup pada zaman saat manusia menghadapi krisis hak dan pandangan terhadap nilai kemanusiaan dapat mempertegas tentang larangan terhadap dijadikannya manusia sebagai korban dari Tuhan. "Nabi Ibrahim merupakan bapak yang monoteisme dan berhasil membuka lembaran sejarah baru dalam kepercayaan manusia," ujarnya.
Ketaatan Ibrahim sekeluarga menjadi tonggak sejarah yang dilestarikan dalam ibadah haji yang puncaknya pada 10 Dzulhijjah dimana para jamaah menapak tilas perjalanan sejarah ketauhidannya. Lebih lanjut ia mengatakan, tawaf di Mekkah mengisyaratkan keagungan kepada Allah SWT dan tergores niat untuk mengaca diri sebagai manusia yang paling mulia serta seyogyanya harus menempatkan dalam status yang terhormat tersebut.
Ajaran Nabi Ibrahim AS yang mengajak kepada inti tauhid sarat dengan muatan nilai sosial puncak ibadah haji yang merupakan manivestasi ajaran tauhid yang tidak terlepas dari semangat pemupukan jiwa solidaritas sosial dan rela berkorban untuk kepentingan sosial.
"Hikmah yang dipetik dari perayaan kurban ini yaitu bagaimana umat Islam dapat mempertautkan kembali antara ajaran tauhid yang transedental dengan dimensi kepedulian dan keberpihakan sosial," katanya.
Dalam khutbahnya Sirajuddin juga mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu mempersiapkan diri untuk berperan aktif dalam pembangunan Bengkulu ke depan. Shalat Idul Adha 1423 H warga Kota bengkulu yang dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Izzah juga dihadiri Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin dan unsur muspida.




