Rabu 10 Nov 2010 00:53 WIB

Iran Larang Musik Barat yang Menghancurkan Moral Pemudanya

Rep: Al Arabiya/ Red: Budi Raharjo
Polisi Iran menangkap rapper bawah tanah
Polisi Iran menangkap rapper bawah tanah

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN--Pemerintah Iran tak mau setengah hati membendung pengaruh negatif budaya Barat di negaranya. Baru-baru ini, polisi Iran merazia dan menangkapi warganya yang memainkan musik rap bawah tanah. Polisi juga menyita beberapa alat musik Barat dan alkohol dari rangkaian penangkapan yang dilakukan di Teheran.

Sejumlah pria dan perempuan ditangkap dalam razia ini. ''Band-band ini merekam video klip secara diam-diam dan mengunggahnya tanpa izin otoritas pada jaringan internet dan satelit,'' ungkap Kepala Polisi Teheran, Hossein Sajedinia, Senin (8/11). ''Remaja laki-laki dan perempuan menggunakan reruntuhan bangunan yang sepi dan disamarkan dengan tirai kotor agar tidak menimbulkan kecurigaan, untuk membuat video klip.''

Sajedinia mengatakan petugasz telah mengawasi beberapa lokasi pembuatan video klip yang dinilai menyimpang secara moral. Dia menuding para rapper menggunakan kata-kata kotor, menggambarkan kehidupan masyarakat yang suram, serta menampilkan hubungan tak bermoral antara remaja laki-laki dan perempuan.

Dengan ketat, Iran menyensor semua seni dan musik sebelum diluncurkan ke masyarakat. Pihak berwenang di Iran menganggap musik Barat hanya membuat moral masyarakat rusak, termasuk rap. Tanpa ragu, polisi setempat juga menahan penyelenggara dan pemusik yang menggelar konser musik Barat secara diam-diam.

Sajedinia menilai rap bawah tanah di Iran telah menyebarkan kata-kata kotor dan meracuni kalangan muda. Karena itu, dia juga menyerukan peningkatan pemakaian musik tradisional Iran untuk melawan pengaruh musik rap dari Barat. ''Mereka yang ditangkap telah menyimpang jauh dari perilaku normal,'' tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement