Jumat 20 Aug 2010 06:57 WIB

Lima Calhaj Bangka Gagal Berangkat

REPUBLIKA.CO.ID,SUNGAILIAT--Lima calon haji Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, gagal berangkat menunaikan ibadah haji karena sakit dan alasan keluarga.

"Kelima calon haji yang gagal berangkat terdiri satu orang karena sakit parah yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke Tanah Suci dan empat orang lainnya alasan ada urusan yang lebih penting," kata Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Syauiful Zohri, di Sungailiat, Kamis.

Ia menyebutkan kelima orang calon haji (calhaj) yang gagal berangkat tersebut semuanya sudah digantikan oleh calhaj lainnya sehingga kuota haji asal Kabupaten Bangka tetap tidak berkurang, yaitu sebanyak 243 orang. "Kelima orang tersebut yang menggagalkan keberangkatannya ke Tanah Suci diharuskan mendaftar ulang jika masih berniat pergi naik haji," katanya.

Menurut dia, pihaknya tidak bisa memastikan tahun berapa kelima orang tersebut mendapat giliran ke Tanah Suci jika melakukan pendaftaran ulang sebab setiap tahun jumlah pendaftar terus meningkat.

"Sampai dengan akhir Juli 2010, jumlah calhaj mendaftar atau mereka yang masuk dalam daftar tunggu sudah mencapai 1.300 orang," katanya.

Ia mengatakan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah hingga sampai musim haji tahun 2011, dan pihaknya belum mengetahui pasti jumlah kuota haji asal

Kabupaten Bangka pada tahun 2011.

"Dari 1.300 orang yang masuk daftar tunggu terdapat 18 calhaj yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bangka," katanya.

Ia mengatakan calhaj yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bangka tersebut terdiri atas enam orang yang mendaftar untuk berangkat tahun 2011, tujuh orang untuk berangkat tahun 2012, dan lima orang yang akan berangkat tahun 2013.

"Calon haji yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bangka pada umumnya dari kalangan masyarakat dan tokoh agama, bahkan tidak ada yang pegawai negeri sipil (PNS) yang dibiayai haji," ujarnya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement