Sabtu 07 Aug 2010 06:32 WIB

FPI: Kelompok Liberal Sengaja Diskreditkan Ormas Islam

Rep: Abdullah Sammy / Red: Arif Supriyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Front Pembela Islam (FPI) menuding sejumlah kelompok liberal sengaja mediskreditkan ormas Islam terkait isu pembersihan di bulan Ramadhan. Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab, mengutarakan hal itu ketika menyambangi Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/8).

Menurut Rizzieq, FPI beserta ormas Islam lain tidak akan melaksanakan aksi pembersihan. Sebaliknya, dia mendukukng langkah Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya yang akan menertibkan tempat hiburan malam di bulan Ramadhan. "Ini adalah langkah yang sangat baik dan sejalan dengan tujuan FPI," katanya.

Menurut pria yang kerap mengenakan sorban ini, berita yang menyebut FPI akan melakukan pembersihan adalah fitnah belaka. Dia menyebut sejumlah kelompok liberal sengaja menghembuskan isu tersebut demi mendiskreditkan umat Islam.

"Seluruh anggota FPI harus mematuhi perintah agama dan juga aturan negara. Itu hal yang mutlak. Kalau ada anggota kami yang melanggar hal itu, FPI tak segan menyeretnya ke kepolisian untuk diproses hukum," paparnya.

Selain itu, dia menilai kelompok liberal sengaja mengadu domba polisi dengan FPI. Isu-isu yang menyebut kapolri akan segera melayangkan sanksi kepada FPI, dinilainya hanya isapan jempol.

"Hari ini kami bertemu Kapolda Metro jaya, Irjen Pol Timur Pradopo. Kami sangat lega bahwa polisi sejalan dengan tujuan FPI. Begitu pun Polri dan kami sangat bangga atas ini," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, menjamin polisi akan menertibkan tempat hiburan malam di bulan Ramadhan. Menurut Boy, kehadiran ormas Islam sangat penting, terutama dalam memberikan pendekatan persuasi kepada masyarakat.

Boy menolak anggapan bahwa polisi sengaja memanggil FPI karena isu pembersihan yang beredar di masyarakat. "Kami tidak memanggil mereka. Mereka sendiri yang datang untuk bersilaturahmi. Begitu pula kawan-kawan dari FBR (Forum Betawi Rempug) yang kemarin datang," kata Boy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement