Jumat , 08 December 2017, 02:14 WIB

Relawan PKPU HI Bantu Banjir di Aceh Utara

Red: Dwi Murdaningsih
pkpu hi
Tim relawan PKPU HI membantu evakuasi korban banjir di Aceh Utara.
Tim relawan PKPU HI membantu evakuasi korban banjir di Aceh Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (30/11) lalu mengakibatkan banjir semakin luas di kabupaten Aceh Utara. Menurut laporan tim rescue PKPU Human Initiative, dari 27 kecamatan, 19 diantaranya masih terendam banjir.

“Kota Lhoksukon yang sebagai ibu kota Kabupaten Aceh utara juga tidak luput dari banjir. Bahkan pasar induk utama kabupaten turut terendam, sehingga aktivitas perdagangan lumpuh total,” kata Didi, salah satu tim evakuasi dari PKPU-HI.

Wilayah yang terkena dampak terparah adalah Lhoksukon, langkahan, pirak timur, matangkuli, samudra, serta tanah luas. Ketinggian air di 6 kecamatan itu mencapai 1 meter hingga 2 meter.

PKPU HI segera melakukan langkah mitigasi dengan pendirian dapur air dan pendistribusian sembako di 3 titik pengungsian daerah terdampak bencana banjir di wilayah Pirak Timur (6/12). Diantaranya desa Trieng Krueng Keh, Geulumpang, dan Bungong. Aksi tersebut bersinergi dengan pihak BPBD, SAR, dan TNI.

Selain itu Tim Rescue PKPU-HI pun melakukan assessment di desa Beuracan Rata. Dari ketiga titik pendirian dapur air, rata-rata warga yang masih bertahan di pengungsian hanya sekitar 10 KK dimasing-masing titik.

Desa Beuracan Rata merupakan salah satu desa yg paling dalam, jarak dari pusat kota Lhoksukon sekitar 20 KM. Di desa ini terdapat ibu - ibu yang baru saja menjalani operasi dan sangat membutuhkan obat-obatan. Jumlah pengungsi yang masih tinggal hanya 8 KK.

“Rata-rata dari ke empat desa yang dikunjungi tim PKPU HI, yang dikeluhkan oleh masyarakat adalah tentang kesehatan,” kata Didi.